“Ketika di minggu pertama hari ketiga, tepatnya di hari Rabu itu, banyak tersisa food wasted atau sampah makanan,” sambungnya.
Menurut Mustika, keputusan mengganti nasi dengan kentang dilatarbelakangi oleh keprihatinan terhadap banyaknya makanan yang tidak habis dikonsumsi siswa.
“Itu sampai lima kantong isinya nasi, sayur terbuang. Maka dari itu, kami di hari Kamis mencoba merancang menu kembali supaya anak-anak tidak bosan,” tambah Mustika.
Baca Juga: Makan Buah Saat Perut Kosong: 5 Pilihan Terbaik dan Segudang Manfaatnya
Variasi Menu ala SPPG Depok
Pihak SPPG Mampang 1 mengakui bahwa tampilan menu hari itu memang tidak terlalu menggugah selera. Meski demikian, Mustika memastikan kandungan gizi di dalamnya tetap lengkap sesuai kebutuhan.
“Kentang itu pengganti nasi sebagai karbohidrat. Kemudian wortel itu sayur, walaupun memang seperti ditampilkan itu sangat kurang menarik,” terangnya.
Ia juga menjelaskan bahwa pangsit goreng yang tampak sederhana sebenarnya mengandung bahan bergizi tinggi.
“Kemudian pangsit yang kami kemas menjadi satu, padahal itu isinya ada telur ayam, daging, kemudian ada tahu dan daun bawang,” katanya menjelaskan.
Sebagai bentuk tanggung jawab, SPPG telah melakukan pertemuan dengan orang tua siswa dan pihak sekolah untuk memberikan klarifikasi. Mustika tidak menampik adanya kekurangan dalam penyajian.
“Bahwasanya memang kesalahan kami pada tampilan menu itu kurang menarik. Namun, kami sudah ibaratnya di dalam ompreng itu sudah ada kandungan dari karbohidrat, protein nabati, hewani, buah, dan sayur,” tukas Mustika.
Di tengah kritik yang mengalir deras di media sosial, BGN diketahui kini telah turun tangan memeriksa langsung dapur penyedia MBG di Depok.
Baca Juga: Fenomena Cahaya Merah di Langit Cirebon, BRIN Pastikan Bukan Ledakan Pabrik tapi Meteor Besar
Hasil Sidak BGN: Perlu Evaluasi Menu
Anggota Tim Investigasi Independen BGN, Raniah Salsabila melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dapur SPPG Mampang 1, Depok, pada Selasa, 7 Oktober 2025.
Hasilnya, mereka menemukan sebagian besar bahan memang memenuhi unsur gizi dasar, meski tampilannya tampak hanya secuil pangsit goreng dan kentang rebus.
Artikel Terkait
Setelah Polisi Tangkap ‘Bjorka’, Koalisi Sipil Justru Minta Usut Bukti Kuat Ketimbang Bahas Keaslian Pelakunya
Soal Menkeu Purbaya Bicara Pemutihan Produsen Gelap, Ada Risiko Baru yang Bayangi Pasar Hasil Tembakau
Fenomena Cahaya Merah di Langit Cirebon, BRIN Pastikan Bukan Ledakan Pabrik tapi Meteor Besar
Aliansi Masyarakat Kritik Keras BGN, Klaim Ada Jual Beli Titik Dapur Program MBG
IFG dan STIH Adhyaksa Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Inklusif bagi Generasi Muda