Redaksi88.com – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jakarta Barat, Hendri Antoro, tengah menjadi sorotan publik setelah resmi dicopot dari jabatannya.
Pencopotan tersebut bukan tanpa alasan, Hendri diduga terlibat dalam kasus penggelapan uang barang bukti perkara investasi bodong robot trading Fahrenheit.
Hendri disebut menerima uang sebesar Rp500 juta dari hasil penggelapan barang bukti yang sebelumnya ditangani oleh mantan jaksa Azam Akhmad Akhsya.
Baca Juga: Polemik Kelangkaan Stok BBM di SPBU Swasta Masih Terjadi, Pertamina Tegaskan Tak Ambil Keuntungan
Kabar pencopotan Hendri dibenarkan oleh Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Anang Supriatna.
Anang mengonfirmasi bahwa posisi Kajari Jakarta Barat kini telah digantikan oleh pelaksana tugas (Plt), yakni Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Haryoko Ari Prabowo.
“Kalau saat ini Plt-nya sudah ditunjuk,” ujar Anang kepada wartawan pada Rabu, 8 Oktober 2025.
Anang menegaskan bahwa Kejaksaan Agung tidak akan memberikan toleransi terhadap jaksa yang terbukti melanggar hukum maupun etika.
Baca Juga: 3 Fakta Di Balik Menu MBG Depok yang Viral: Variasi Menu ala SPPG hingga Hasil Sidak BGN
Kapuspenkum Kejagung itu juga menekankan pentingnya menjaga integritas di tubuh kejaksaan, terutama dalam upaya memperkuat kepercayaan publik terhadap lembaga penegak hukum tersebut.
“Kami komit untuk menindak,” tegas Anang.
Nama Hendri Terseret dari Dakwaan Kasus Azam Akhmad
Keterlibatan Hendri Antoro mencuat dalam surat dakwaan terhadap mantan jaksa Azam Akhmad Akhsya, yang telah divonis 9 tahun penjara oleh Pengadilan Tinggi DKI Jakarta pada 11 September 2025.
Dalam dakwaan, Azam disebut tidak bertindak sendirian, melainkan membagikan sebagian hasil penggelapan kepada sejumlah jaksa lain, termasuk Hendri.
Artikel Terkait
Fenomena Cahaya Merah di Langit Cirebon, BRIN Pastikan Bukan Ledakan Pabrik tapi Meteor Besar
Aliansi Masyarakat Kritik Keras BGN, Klaim Ada Jual Beli Titik Dapur Program MBG
IFG dan STIH Adhyaksa Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Inklusif bagi Generasi Muda
3 Fakta Di Balik Menu MBG Depok yang Viral: Variasi Menu ala SPPG hingga Hasil Sidak BGN
Polemik Kelangkaan Stok BBM di SPBU Swasta Masih Terjadi, Pertamina Tegaskan Tak Ambil Keuntungan