Berdasarkan perhitungan itu, 1,5 juta lapangan kerja dari program MBG diperkirakan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga 3 persen.
“Kalau 1 persen setara 400 ribu lapangan kerja, maka 1,5 juta berarti sudah sekitar 3 persen,” katanya.
Selain menciptakan lapangan kerja, program MBG juga turut menghidupkan usaha kecil di sekitar dapur umum.
Setiap dapur umum disebut mampu menumbuhkan hingga 15 wirausahawan lokal, mulai dari pemasok telur, daging, sayur, hingga bahan pangan pokok lainnya.
Baca Juga: Membedah Perpres Energi Darurat Prabowo: Solusi Krisis Sampah Nasional Jadi Sumber Energi Terbarukan
Suara dari Dapur MBG
Suara denting panci terdengar dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kudus, Jawa Tengah.
Di sana, Tri Sugianto (58) bersama rekan-rekannya sibuk menyiapkan makan siang bagi ratusan siswa penerima manfaat MBG.
“Saya dulu jualan angkringan di GOR, sekarang jadi pengawas dapur MBG,” cerita Tri dikutip dari laman resmi Pemprov Jateng pada Selasa 14 Oktober 2025.
Sejak bergabung pada April lalu, kehidupannya perlahan membaik. Penghasilan tambahan membuat ekonomi keluarga lebih stabil dan kebutuhan anak kuliahnya dapat terpenuhi.
“Alhamdulillah, sekarang cukup. Tambahan dari sini sangat membantu,” ujarnya.
Tri bercerita, banyak rekan kerjanya adalah warga sekitar yang sebelumnya tidak memiliki pekerjaan tetap.
“Setengah pekerja dapur ini warga Jepangpakis dan Karangpakis. Program ini bukan cuma bantu anak sekolah makan bergizi, tapi juga buka penghidupan bagi banyak orang,” tuturnya.
Harapan Pemerintah
Pemerintah berharap program MBG tidak hanya menekan angka stunting dan memperbaiki gizi anak, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi akar rumput.
Artikel Terkait
Fakta-Fakta Hilangnya Kapal Ambulans Laut Pemprov Sulsel di Selat Makassar: Berangkat Senin, Belum Ditemukan Hingga Kini
Membedah Perpres Energi Darurat Prabowo: Solusi Krisis Sampah Nasional Jadi Sumber Energi Terbarukan
Mahfud MD Sebut ‘Beban Moral’ Hantui Menkeu Purbaya, Jadi Alasan Bubarkan Satgas BLBI Meski Ada Utang Negara
Situs Resmi Diretas, PWI Pusat Minta Maaf dan Bangun Website Baru yang Lebih Aman
Akhir Cerita Kasus Kepala Sekolah SMAN 1 Cimarga Diduga Tampar Siswa Merokok: Sempat Ada Aksi Mogok hingga Berujung Damai