Negara itu mengaku telah menghadapi lebih dari seribu tindakan koersif yang berdampak pada kesejahteraan rakyat, namun tetap mampu menjaga stabilitas ekonomi dan politik nasional.
Sementara itu, Teguh Santosa menegaskan peran strategis media dalam menjaga perdamaian dunia dan menolak propaganda geopolitik.
"Media harus berani berdiri di sisi kebenaran dan tidak ikut memperpanjang konflik. Tugas utama jurnalis adalah menyerukan perdamaian dan membela kemanusiaan," tegasnya.
Baca Juga: Melihat Visi Baru Prabowo untuk BUMN: Efisiensi Nasional dengan Sentuhan Talenta Asing
Teguh hadir bersama Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga JMSI, Wayan Sudane, yang menekankan pentingnya memperkuat kerja sama informasi antara lembaga media dan perwakilan diplomatik.
Pertemuan antara JMSI dan Kedutaan Besar Venezuela berlangsung hangat dan terbuka. Kedua pihak sepakat memperkuat kerja sama di bidang informasi, budaya, dan komunikasi publik.
"Perdamaian tidak bisa dibangun di atas kebohongan. Karena itu, kami mengajak media di seluruh dunia untuk melihat Venezuela secara objektif dan mendengar langsung dari sumbernya," tutup Dubes Acuña.***
Artikel Terkait
Akhir Cerita Kasus Kepala Sekolah SMAN 1 Cimarga Diduga Tampar Siswa Merokok: Sempat Ada Aksi Mogok hingga Berujung Damai
Optimisme Prabowo Soal Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen: 1,5 Juta Lapangan Kerja dari Program MBG
Melihat Visi Baru Prabowo untuk BUMN: Efisiensi Nasional dengan Sentuhan Talenta Asing
Rosan Roeslani Yakin Target Ekonomi 8 Persen Tercapai, Sebut Investasi Jadi Kunci
Sebut Belum Ada Tersangka, KPK Tegaskan Tak Ada Intervensi Polisi dalam Kasus Kuota Haji
Uji Coba Bansos Digital di Banyuwangi Jadi Tolak Ukur Peluncuran Nasional Tahun Depan