Setelah Tragedi Perundungan Mahasiswa Unud, Muncul Seruan Reformasi Budaya Akademik di Kampus

Ibrahim Shiddiq, Redaksi88
- Selasa, 21 Oktober 2025 | 13:00 WIB
Menyoroti kasus perundungan yang dilakukan oleh oknum dokter koas terhadap mahasiswa UNUD, Timothy Anugerah.  (X.com/@meta80ki)
Menyoroti kasus perundungan yang dilakukan oleh oknum dokter koas terhadap mahasiswa UNUD, Timothy Anugerah. (X.com/@meta80ki)

Perlukah Reformasi Budaya Akademik?

Dua kasus tragis di Unud dan Undip kini menjadi cermin buruknya iklim akademik yang kerap menormalisasi tekanan sosial sebagai bagian dari proses belajar. 

Baca Juga: Kasus Perundungan Mahasiswa UNUD, Ayah Timothy Anugerah Pilih Memaafkan: Biarlah Kampus yang Bertindak

Para pemerhati pendidikan menilai sudah saatnya kampus memperkuat sistem perlindungan mahasiswa dan menciptakan budaya “zero bullying” yang benar-benar berjalan.

Sudana sebagai pihak yang mewakili RSUP Prof Ngoerah, juga menyoroti kasus skandal bullying Timothy yang melibatkan oknum dokter koas di UNUD itu membuat pihaknya menuntut pihak kampus agar menciptakan lingkungan belajar yang aman, beretika, dan saling menghargai. 

“Kami mengajak semua pihak menggunakan media sosial secara bijak dan menjaga nama baik profesi kesehatan,” tukas Sudana.***

Halaman:

Editor: Ibrahim Shiddiq

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat

Sabtu, 18 April 2026 | 13:54 WIB
X