Perlukah Reformasi Budaya Akademik?
Dua kasus tragis di Unud dan Undip kini menjadi cermin buruknya iklim akademik yang kerap menormalisasi tekanan sosial sebagai bagian dari proses belajar.
Para pemerhati pendidikan menilai sudah saatnya kampus memperkuat sistem perlindungan mahasiswa dan menciptakan budaya “zero bullying” yang benar-benar berjalan.
Sudana sebagai pihak yang mewakili RSUP Prof Ngoerah, juga menyoroti kasus skandal bullying Timothy yang melibatkan oknum dokter koas di UNUD itu membuat pihaknya menuntut pihak kampus agar menciptakan lingkungan belajar yang aman, beretika, dan saling menghargai.
“Kami mengajak semua pihak menggunakan media sosial secara bijak dan menjaga nama baik profesi kesehatan,” tukas Sudana.***
Artikel Terkait
IFG dan Bahana TCW Dorong Penguatan Tata Kelola Investasi Asuransi Berbasis Risiko Melalui CFO Forum AAUI 2025
Mahfud MD Siap Diperiksa, Sebut KPK Salah Menafsirkan Isu Kereta Cepat Whoosh
Kasus Perundungan Mahasiswa UNUD, Ayah Timothy Anugerah Pilih Memaafkan: Biarlah Kampus yang Bertindak
Menkeu Purbaya Ingin Akhiri Ketimpangan, Ingatkan Pertumbuhan Ekonomi Tak Hanya Jawa Sentris
Prabowo Kritik Aparat Penegak Hukum: Tajam ke Bawah, Tumpul ke Atas