“Ternyata pihak yang meng-input data, yaitu BPD Kalimantan Selatan, memasukkan simpanan provinsi yang sebesar Rp5,1 triliun dan melaporkannya sebagai simpanan Kota Banjarbaru,” jelas Tito.
Konsekuensinya, “secara otomatis di BI tercatat milik Kota Banjarbaru, padahal seharusnya milik Provinsi Kalimantan Selatan.”
Reaksi dan Tanggapan Menkeu
Perbedaan data ini pertama kali mencuat saat Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, membacakan data keuangan Pemda yang ia peroleh dari BI dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah pada 20 Oktober 2025.
Data yang dibacakan oleh Menkeu Purbaya tersebut langsung mendapat tanggapan keras dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, karena adanya ketidaksesuaian dengan data Pemprov.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Tanggapi Protes Kepala Daerah: Data Kemenkeu Sudah Dicek Berulang Kali
Sempat terjadi polemik pernyataan antara Purbaya dan Dedi, hingga akhirnya Gubernur yang dikenal dengan inisial KDM itu melakukan kunjungan ke BI dan Kemendagri untuk verifikasi.
Sementara itu, Menkeu Purbaya pun telah memberikan tanggapan terbaru mengenai data yang ia miliki diprotes oleh pihak daerah.
Dalam sambutannya pada Upacara Hari Pemuda ke-97 dan Hari Oeang ke-79, ia menyampaikan, “Data adalah hal yang paling penting ketika saya atau Kementerian Keuangan membicarakan dana di daerah. Memang banyak daerah yang memprotes dan sedikit menyalahkan Kemenkeu karena data yang dianggap tidak akurat.”
Namun demikian, ia menegaskan, “Kami selalu berpegang teguh pada data yang resmi dan telah dicek berkali-kali,” kata Purbaya.***
Artikel Terkait
Ribuan Guru Madrasah Gelar Aksi Demonstrasi di Monas, Tuntut Pemerintah Beri Kuota ASN dan PPPK
Mahfud MD Sebut Jokowi Bisa Dipanggil KPK Terkait Polemik Proyek Whoosh
Istana Ungkap Peran Tim Koordinasi MBG yang Dibentuk Prabowo, Mensesneg Jelaskan Tujuan Pembentukannya
Menkeu Purbaya Tanggapi Protes Kepala Daerah: Data Kemenkeu Sudah Dicek Berulang Kali
Pemerintah Kaji Skema Baru Pembayaran Utang Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung
JMSI dan ACJA Bahas Kolaborasi Media serta Konsep Kota Cerdas di Balai Kota Jakarta