6 Mitos Tentang Rip Current, Salah Satunya Cara Penyelamatan yang Justru Makin Berbahaya

Syamsu Rizal, Redaksi88
- Jumat, 31 Januari 2025 | 21:41 WIB
Foto ilustrasi tanda rip current di pantai. (unsplash.com/Anders Marloe)
Foto ilustrasi tanda rip current di pantai. (unsplash.com/Anders Marloe)

Banyak mitos mengenai rip current yang beredar di masyarakat, tetapi beberapa di antaranya justru membahayakan jika dipercayai dan diterapkan dalam situasi darurat.

Baik mengenai sifat rip current maupun cara penyelamatan, ada beberapa keyakinan yang dapat berakibat fatal dan meningkatkan risiko bertambahnya korban jiwa.

Baca Juga: Beberapa Wilayah Cegah Banjir dengan Modifikasi Cuaca, Ternyata Jika Tak Efektif Bisa Berdampak Buruk bagi Masyarakat

  1. Rip Current Membahayakan Semua Orang

Mitos: Perenang yang mahir dapat selamat dari rip current dengan kemampuan berenangnya.

Fakta: BMKG dan NOAA menyebutkan bahwa rip current bisa membahayakan siapa saja, termasuk atlet renang sekalipun, karena kekuatan arusnya yang sangat deras.

  1. Arah Seretan Rip Current

Mitos: Rip current membuat korban tenggelam ke dasar laut.

Fakta: Rip current tidak menarik orang ke bawah, tetapi membawa mereka menjauh dari pantai, melewati zona ombak pecah, sehingga tampak seperti terseret ke tengah.

Baca Juga: Modifikasi Cuaca Dilakukan di Jawa Tengah untuk Mengurangi Intensitas Hujan, Inilah Beberapa Wilayah yang juga Lakukan Hal Serupa

  1. Cara Penyelamatan yang Keliru

Mitos: Bergandengan tangan membentuk rantai manusia adalah cara penyelamatan efektif.

Fakta: Metode ini justru berbahaya. Jika salah satu orang terlepas atau terseret, bisa menyebabkan lebih banyak korban tenggelam dalam upaya penyelamatan.

  1. Ciri-Ciri Rip Current

Mitos: Rip current selalu bisa terlihat dengan mata telanjang.

Fakta: Rip current lebih mudah dikenali dari tempat lebih tinggi. 

Baca Juga: Perdes TPR Desa Air Sebayur Cacat Hukum, Menanti Aksi Saber Pungli, Menindak ataukah Melegalkan?

Ciri-cirinya meliputi:

  • Celah air lebih gelap dan tampak tenang dibandingkan area ombak pecah.
  • Gelombang air berbentuk saluran yang terlihat berbeda dari sekitarnya.
  • Warna air berlumpur akibat pasir dan sedimen yang terbawa arus dari pantai.
  • Busa ombak dan rumput laut yang terus terbawa menjauh dari pantai.
  1. Hubungan Rip Current dan Cuaca

Mitos: Rip current hanya terjadi saat cuaca buruk.

Halaman:

Editor: Syamsu Rizal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat

Sabtu, 18 April 2026 | 13:54 WIB
X