REDAKSI88.com – Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan realita di balik pemangkasan anggaran negara sebesar Rp306,69 triliun yang ia tetapkan melalui Inpres Nomor 1 Tahun 2025.
Dalam sarasehan ekonomi di Jakarta, Selasa (8/4/2025), Prabowo mengisahkan bagaimana para pejabat tinggi negara, termasuk menteri, harus "kerja bakti" tanpa fasilitas mobil dinas selama enam bulan pertama pemerintahannya.
"Mereka sebenarnya orang-orang kaya. Kalau mau cari harta, tidak perlu masuk pemerintahan. Saya juga sedih melihatnya," ujar Prabowo dengan nada getir.
Baca Juga: Sorotan Khusus Presiden Prabowo Soal Gejolak Ekonomi RI: Komunikasi Kurang, Saya Bertanggung Jawab
"Lihat saja Menteri Keuangan (Sri Mulyani), banyak yang belum dapat mobil dinas. Enam bulan ini mereka kerja bakti," tambahnya.
Kebijakan penghematan besar-besaran itu tertuang dalam Inpres yang ditandatangani Prabowo pada 22 Januari 2025, mencakup pemotongan belanja APBN dan APBD.
Efeknya langsung terasa di kalangan pejabat, termasuk keterlambatan pencairan anggaran operasional.
Baca Juga: Prabowo-Megawati Akan Bertemu? Dasco Ahmad Buka Suara Soal Agenda Politik Ini
Meski demikian, Prabowo mengapresiasi kesabaran para menteri dan pejabat yang tetap bekerja maksimal meski tanpa fasilitas lengkap.
"Tapi terima kasih, sekarang (anggaran) sudah mulai cair. Diblokirnya sudah dibuka," katanya.***
Artikel Terkait
IHSG BEI Anjlok 596,33 Poin pada 8 April, Perlu Respons Cepat dari Pemerintah demi Demand Ekspor Tak Turun
Harga Emas Anjlok Signifikan, Antam dan Galeri24 Tertekan Kebijakan Trump
Harga Emas Antam Turun Rp4.000 per Gram, Buyback Ikut Anjlok
Presiden Prabowo Paparkan Kondisi Ekonomi Indonesia: Utang Kita Termasuk Terkecil di Dunia, Inflasi Terendah Global
Prabowo-Megawati Akan Bertemu? Dasco Ahmad Buka Suara Soal Agenda Politik Ini
Sorotan Khusus Presiden Prabowo Soal Gejolak Ekonomi RI: Komunikasi Kurang, Saya Bertanggung Jawab