REDAKSI88.com - Pasar emas domestik mengalami tekanan berat pada Selasa (8/4/2025) dengan ketiga produk utama Pegadaian mencatatkan pelemahan harga.
Berikut rincian pergerakan terbaru, Emas Antam merosot tajam Rp24.000 dari Rp1.826.000 menjadi Rp1.802.000 per gram.
Emas Galeri24 turun Rp19.000 ke level Rp1.748.000 dari posisi sebelumnya Rp1.767.000 per gram.
Emas UBS mengalami koreksi paling ringan sebesar Rp1.000 menjadi Rp1.770.000 per gram.
Baca Juga: IHSG Terjun 596 Poin Usai Libur Lebaran, Pemerintah Diminta Respons Cepat Jaga Ekspor
Antam dan Galeri24 dijual dalam rentang 0,5 gram hingga 1 kilogram (1.000 gram) dan UBS tersedia mulai 0,5 gram hingga 500 gram.
Penurunan ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif impor baru pada 4 April 2025.
Menurut laporan FirstPost, kebijakan 'America First' ini bertujuan melindungi industri dalam negeri AS.
Mengurangi defisit perdagangan negara tersebut. Namun berpotensi memicu ketegangan perdagangan global.
Emas sebagai safe haven asset ternyata menunjukkan sensitivitas tinggi terhadap perubahan kebijakan perdagangan global.
Gejolak ekonomi politik internasional, dan luktuasi pasar keuangan dunia.
Kebijakan proteksionis AS ini telah menciptakan ketidakpastian pasar komoditas global, penurunan permintaan emas sebagai instrumen lindung nilai, dan volatilitas harga logam mulia di berbagai bursa dunia.
Para analis memprediksi harga emas masih akan fluktuatif dalam waktu dekat, potensi rebound jika ketegangan perdagangan meningkat dan perlunya kehati-hatian investor dalam mengambil posisi.***
Artikel Terkait
Presiden Trump Naikkan Tarif Impor AS untuk Indonesia Jadi 32 Persen, Ini Tanggapan Prabowo
IHSG BEI Anjlok 596,33 Poin pada 8 April, Perlu Respons Cepat dari Pemerintah demi Demand Ekspor Tak Turun
Prabowo Tegaskan Sikap Keras terhadap Koruptor: Kembalikan yang Dicuri!
IHSG BEI Anjlok 9,16 persen di Hari Pertama Usai Lebaran, Pengamat: Dampak Perang Dagang AS-China Masih Berlanjut
Blunder 30 Tahun Indonesia Terbongkar! Prabowo: Bukan Hanya Salah Pemimpin, Tapi Juga Para Pakar Diam Saja