Redaksi88.com – Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra, secara tegas membantah adanya perundingan rahasia antara Indonesia dan Israel yang dikaitkan dengan proses pencalonan Indonesia sebagai anggota Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD).
Dalam keterangan resminya, Yusril menyanggah klaim yang dilaporkan oleh media Israel, Ynet, yang menyebut bahwa telah terjadi pertemuan tertutup antara delegasi Indonesia dan Israel sebagai bagian dari upaya Indonesia mendapatkan dukungan dalam proses keanggotaan OECD.
Tak hanya itu, Yusril juga membantah adanya pembahasan mengenai wacana pembukaan hubungan diplomatik antara kedua negara.
Baca Juga: Anggota Satlantas Polres Jayawijaya Jadi Korban Penembakan OTK
"Pertemuan seperti itu tidak pernah ada," tegas Yusril dalam siaran pers yang dirilis pada Kamis, 29 Mei 2025.
Ia juga mengkritik penggunaan istilah normalisasi oleh media tersebut. Menurutnya, penggunaan istilah itu tidak tepat karena sejak awal Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.
Yusril menjelaskan, tidak ada yang bisa ‘dinormalisasi’ karena memang hubungan diplomatik itu tidak pernah ada sejak awal.
Meski begitu, Yusril membenarkan bahwa pihak Israel sempat menawarkan dukungan terhadap pencalonan Indonesia di OECD. Namun dukungan itu disertai prasyarat agar Indonesia membuka hubungan diplomatik.
Baca Juga: Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Marah Saat Acara Nganjang Ka Warga Subang karena Ulah Suporter Persikas
"Permintaan tersebut telah kami tolak," ujarnya.
Yusril menambahkan, keanggotaan dalam organisasi internasional seperti OECD tidak mengharuskan suatu negara memiliki hubungan diplomatik dengan seluruh anggota yang ada.
Ia juga membantah keras adanya pembicaraan bilateral dengan Israel dalam forum manapun, termasuk saat dirinya hadir dalam Sidang OECD di Paris pada akhir Maret 2025 lalu.
“Saya sendiri hadir dalam Sidang OECD di Paris pada akhir Maret 2025,” kata Yusril.
“Tidak ada isu seperti yang diberitakan media Israel tersebut," imbuhnya.
Artikel Terkait
Kemenag Pastikan Proses Visa Jemaah Calon Haji 2025 Sudah Ditutup
Warga Sukabumi Diundang Kerajaan Arab Saudi Naik Haji Berkat Ketulusan Merawat Masjid
Menaker Yassierli Resmi Hapus Syarat Usia dalam Lowongan Kerja
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Marah Saat Acara Nganjang Ka Warga Subang karena Ulah Suporter Persikas
Anggota Satlantas Polres Jayawijaya Jadi Korban Penembakan OTK