Redaksi88.com – Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) RI, Sakti Wahyu Trenggono, meminta Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk mencairkan anggaran senilai Rp2 triliun yang saat ini masih diblokir.
Dana tersebut direncanakan akan digunakan untuk pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih.
Menurut Trenggono, proses pembukaan blokir anggaran itu sudah berjalan di bawah koordinasi Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati.
Baca Juga: Menkes Budi Gunadi Sebut Kasus Covid-19 Naik Lagi, Tapi Bukan Varian Mematikan
"(Anggaran KKP diblokir) sedang dalam proses pembukaan untuk pembangunan Kampung Nelayan. (Nilainya) Rp2 triliun," tegas Trenggono dalam pernyataannya di Nusa Tenggara Timur (NTT), dikutip pada Rabu, 4 Juni 2025.
Ia menjelaskan bahwa proyek Kampung Nelayan Merah Putih akan tersebar di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di NTT.
"Ini lagi nyebar, di daerah NTT juga ada cukup banyak. Lalu di Batam ada, di daerah Sulawesi Selatan, banyak-banyak. Di Lampung juga ada," ungkapnya.
Baca Juga: Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Bos Sembako di Bekasi: Tersinggung Tak Dipinjami Uang
Sebelumnya diketahui, Menteri Trenggono memang pernah mengatakan program Kampung Nelayan Merah Putih merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Secara keseluruhan, pemerintah menargetkan pembangunan 1.100 kampung. Untuk tahap awal, KKP menargetkan pembangunan 100 Kampung Nelayan Merah Putih di 2025.
Kriteria lokasinya yaitu mayoritas penduduk berprofesi sebagai nelayan atau pembudidaya ikan lebih dari 80 persen, ketersediaan dan status lahan clear and clean untuk pembangunan fasilitas produksi lebih dari 1 hektare.
Selain itu, Kampung Nelayan Merah Putih juga perlu memiliki potensi sumber daya ikan, budidaya ikan dan wisata bahari yang dapat dikembangkan, serta terintegrasi dengan Koperasi Desa Merah Putih.***
Artikel Terkait
Titiek Soeharto Ungkap Peluang Ekspor usai Surplus Beras 4 Juta Ton, agar Dampaknya Nyata bagi Petani
Dedi Mulyadi Teken SE Soal Jam Masuk Sekolah di Jabar, Siswa Mulai Belajar Pukul 06.30 WIB
Fahri Hamzah Tegaskan Rumah Subsidi Minimal Tipe 36 Sesuai Standar SDGs: Konsep Rumah Rakyat Harus Layak
Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Bos Sembako di Bekasi: Tersinggung Tak Dipinjami Uang
Menkes Budi Gunadi Sebut Kasus Covid-19 Naik Lagi, Tapi Bukan Varian Mematikan