REDAKSI88.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons dengan tenang laporan pidana yang dilayangkan wali murid Adhel Setiawan ke Bareskrim Polri terkait kebijakan barak militer bagi siswa bermasalah.
Melalui unggahan Instagram, politikus yang akrab disapa Kang Dedi itu menyebut laporan tersebut sebagai bentuk pencarian perhatian.
"Saya sampaikan ya kepada semuanya, berbagai upaya yang diarahkan pada diri saya baik kritik, saran, bully, nyinyir atau upaya mempidanakan diri saya, enggak usah ditanggapi dengan emosi," tegas Dedi, Sabtu (7 Juni 2025).
"Mungkin mereka lagi mau mencari perhatian," tambahnya.
Laporan tersebut diajukan Adhel Setiawan pada Kamis (5 Juni 2025) dengan tuduhan pelanggaran UU Perlindungan Anak Pasal 76H.
Adhel menilai kebijakan Dedi mengirimkan pelajar bermasalah ke barak militer sebagai tindakan sewenang-wenang.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Teken SE Soal Jam Masuk Sekolah di Jabar, Siswa Mulai Belajar Pukul 06.30 WIB
"Dedi Mulyadi ini kami anggap melaksanakan negara kekuasaan," ujar Adhel. Sebelumnya, pada 8 Mei 2025, ia juga telah melaporkan kasus serupa ke Komnas HAM.
Dedi menegaskan kesiapannya menghadapi kritik dan proses hukum sembari mengingatkan publik agar tidak gegabah menghakimi pemimpin.
"Jangan sampai setiap orang yang mengambil tindakan, ramai-ramai 'digebukin'," ujarnya.
"Kalau mentalnya kayak saya enggak ada masalah. Tapi, kalau mentalnya lemah, orang di Indonesia ini tidak akan ada yang mau ngurusin orang lain," pungkasnya.***
Artikel Terkait
Pemerintah Arab Saudi Tutup Pintu Visa Haji Furoda 2025, Menag: Pengembalian Dana Tergantung Organizer
Masjidil Haram Dipadati Wanita Saat Puncak Haji di Arafah, Siapa Mereka?
Jokowi Buka Suara Soal Wacana Pemakzulan Gibran: Semua Harus Ikuti Mekanisme Negara
Fadli Zon Desak Penambangan Nikel di Raja Ampat Tak Rusak Lingkungan dan Situs Budaya
Polisi Tangkap Dua Pelaku Pembobolan Rekening via APK, Pensiunan Rugi Rp 304 Juta
Bahlil Klaim Izin Tambang PT GAG Nikel di Raja Ampat Dikeluarkan Sebelum Masa Jabatannya