REDAKSI88.com – Setelah digelar selama tiga hari berturut-turut, Kemumu Suro Festival 2025 resmi ditutup dengan semarak di Kelurahan Kemumu, Kecamatan Arma Jaya, Sabtu (19/7/2025).
Dalam acara penutupan tersebut, Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata (ASA), menyampaikan komitmennya untuk memperbanyak penyelenggaraan event ekonomi kreatif di masa mendatang sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi daerah.
Bupati ASA menyebutkan bahwa keberhasilan Kemumu Suro Festival 2025 menjadi bukti nyata bahwa kegiatan berbasis budaya dan kreativitas mampu mendorong roda perekonomian lokal secara signifikan.
Baca Juga: Bupati ASA: Wisata Pulau Dua Setara Kelas Dunia, Tapi Perlu Sentuhan Infrastruktur
“Ikhtiar kami bersama Wakil Bupati Sumarno setelah dilantik, berkomitmen akan memberikan event kreatif dan berdampak pada perekonomian di Bengkulu Utara,” ungkapnya dalam sambutan penutupan.
Selama festival berlangsung, geliat ekonomi di Kabupaten Bengkulu Utara meningkat tajam. Hal itu terlihat dari tingginya aktivitas perdagangan, meningkatnya omzet pelaku UMKM, serta arus kunjungan masyarakat yang ikut mendongkrak perputaran uang di daerah.
Menurut Bupati ASA, keberadaan event-event seperti ini akan memberi efek domino terhadap pertumbuhan ekonomi secara menyeluruh.
“Saya yakin jika setiap bulannya ada event, pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bengkulu Utara akan semakin bagus dan akan lebih hidup,” kata Bupati ASA.
Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk lebih aktif mendukung langkah pemerintah daerah dalam menciptakan ruang kreatif dan ramah bagi wisatawan maupun pelaku usaha.
“Kenapa daerah Jogja itu maju, karena masyarakatnya ramah-ramah. Mari kita wujudkan itu, agar ke depan Bengkulu Utara lebih dikenal dan maju lagi,” pungkasnya.
Baca Juga: MK Tolak Permohonan Syarat Pendidikan Capres-Cawapres Jadi Sarjana, Tetap Minimal Lulusan SMA
Penutupan Kemumu Suro Festival 2025 berlangsung meriah namun tetap sarat akan nilai-nilai budaya lokal. Rangkaian kegiatan selama tiga hari mencakup berbagai acara seperti senam bersama, festival dol, kuda kepang, dan istiqozah di hari pertama.
Hari kedua diisi dengan ritual potong kambing, trail run, festival musik etnik, dan festival ambyar yang menggabungkan unsur tradisional dan hiburan modern.
Artikel Terkait
RI Dikenai Tarif Impor 19 Persen oleh AS, Mendag: Justru Ada Peluang Tarik Investasi dan Tingkatkan Ekspor
Tak Etis & Arogan! Pengusiran Wartawan dari Gedung Pemda, PWI Ciayumajakuning: Ini Bukan Soal Aset, Tapi Pembungkaman Kritik Lewat Birokrasi
Tersingkir Tanpa Dialog! PWI Jabar Minta Pemkab Indramayu Tinjau Ulang Pengosongan Gedung Graha Pers
Asfiksia atau Pembungkaman? Analisis Kriminolog Forensik: Ada Tanda-Tanda Tak Wajar di Balik Kematian Arya Daru
Tinjau Fasilitas Kesehatan, Bupati ASA Pastikan Pelayanan di Pulau Enggano Meningkat
Bupati ASA: Wisata Pulau Dua Setara Kelas Dunia, Tapi Perlu Sentuhan Infrastruktur