Redaksi88.com – Kabar duka datang dari dunia ekonomi dan politik Indonesia, ekonom sekaligus tokoh politik nasional, Arif Budimanta Sebayang, dikabarkan meninggal dunia.
Ekonom sekaligus Ketua Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata Muhammadiyah, Arif Budimanta, wafat pada Sabtu 6 September 2025.
"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Dengan penuh duka cita, kami mengabarkan bahwa ayah kami, Bapak Arif Budimanta, telah berpulang ke Rahmatullah pada hari ini, 6 September 2025, pukul 00.06 WIB di Jakarta,” demikian pernyataan keluarga.
Baca Juga: Emas Antam Tembus Rp2,06 Juta per Gram, Mencatat Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah
Jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka Jalan Rawamangun Muka Golf No. 3, Rawamangun, Jakarta Timur.
Pihak keluarga memohon doa dari kerabat dan sahabat agar Arif mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.
"Mohon doa dari Bapak/Ibu/Saudara sekalian agar beliau diampuni segala dosanya, dilipatgandakan amal baiknya, dilapangkan kuburnya, serta diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT," tulis keluarga.
Baca Juga: Inflasi Pangan Diklaim Turun, Mendagri Tito Soroti Peran Penyaluran Beras SPHP
Ucapan terima kasih juga disampaikan atas perhatian dan doa yang diberikan.
"Atas nama keluarga, kami mengucapkan terima kasih atas doa dan perhatian yang diberikan, serta memohon maaf atas segala kesalahan kami. Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan Bapak/Ibu/Saudara sekalian," tutup pernyataan tersebut.
Arif Budimanta lahir di Medan, Sumatra Utara, 15 Maret 1968. Ia menempuh pendidikan di Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan jurusan Ilmu Tanah.
Kariernya mencakup dunia politik, pemerintahan, hingga organisasi kemasyarakatan.
Ia pernah ditunjuk Presiden ke-7 RI Joko Widodo sebagai Staf Khusus Bidang Ekonomi.
Artikel Terkait
Bulog Pastikan Kualitas Beras SPHP Aman dan Layak Konsumsi
Tunjangan Resmi Dipangkas, Anggota DPR Terima Take Home Pay Rp65,5 Juta
Misbakhun Usul PPN Turun Jadi 10 Persen, Sebut Bisa Ringankan Beban Rakyat
Tunjangan Dipangkas hingga Nasib Anggota Nonaktif, Ini 6 Poin Hasil Pertemuan Pimpinan DPR dengan Ketua Fraksi
Kapuspen Respons 17 Plus 8 Tuntutan Rakyat yang Ditujukan Ke TNI