Inflasi Pangan Diklaim Turun, Mendagri Tito Soroti Peran Penyaluran Beras SPHP

Syamsu Rizal, Redaksi88
- Sabtu, 6 September 2025 | 12:27 WIB
Mendagri Tito Karnavian (kanan) mengklaim inflasi pangan nasional mengalami tren penurunan.  (Instagram/titokarnavian)
Mendagri Tito Karnavian (kanan) mengklaim inflasi pangan nasional mengalami tren penurunan. (Instagram/titokarnavian)

REDAKSI88.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyatakan bahwa inflasi pangan nasional menunjukkan tren penurunan.

Menurutnya, penyaluran beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) oleh Bulog menjadi salah satu faktor yang dinilai berhasil meredam gejolak harga di masyarakat.

"Secara nasional angka inflasi menurun dari 2,37 persen menjadi 2,31 persen (yoy)," ujar Tito dalam keterangan resmi, Jumat 5 September 2025.

Baca Juga: Tunjangan Dipangkas hingga Nasib Anggota Nonaktif, Ini 6 Poin Hasil Pertemuan Pimpinan DPR dengan Ketua Fraksi

"Penyumbang utamanya adalah komoditas pangan, terutama cabai rawit. Namun, ada juga beberapa komoditas lain yang menurun karena intervensi pemerintah," lanjutnya.

Tito menambahkan, stok beras saat ini dalam kondisi aman. Ia menjelaskan bahwa Bulog telah menyalurkan beras SPHP ke berbagai daerah dengan lancar sehingga masyarakat bisa mendapatkan beras dengan harga lebih terjangkau.

"Beras ini merupakan komoditas utama rakyat. Stoknya cukup banyak. Bulog sudah menyalurkan melalui SPHP dengan distribusi yang lancar ke berbagai tempat," kata mantan Kapolri tersebut.

Baca Juga: Kapuspen Respons 17 Plus 8 Tuntutan Rakyat yang Ditujukan Ke TNI

Lebih lanjut, Tito menuturkan bahwa penyaluran 1,3 juta ton beras SPHP berpotensi menekan harga beras di sejumlah daerah.

"Dengan penyaluran beras SPHP yang makin gencar dilakukan Bulog atas perintah Bapak Presiden Prabowo, kami berharap harga beras di beberapa daerah yang sempat naik bisa kembali turun," jelas Tito.

Sementara itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi year-on-year sebesar 2,31 persen pada Agustus 2025, dengan deflasi 0,08 persen month-to-month. Deflasi tersebut terutama dipicu oleh turunnya harga komoditas seperti tomat, cabai rawit, dan bawang putih.

Baca Juga: Misbakhun Usul PPN Turun Jadi 10 Persen, Sebut Bisa Ringankan Beban Rakyat

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman juga menyampaikan bahwa stok beras nasional diklaim mencapai lebih dari 4 juta ton. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi faktor penting dalam menurunkan inflasi pangan.

"Yang terjadi adalah inflasi turun dari 2,37 menjadi 2,31. Ini menunjukkan bahwa pangan kita stabil dan patut kita syukuri," ungkap Amran.

Halaman:

Editor: Syamsu Rizal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X