REDAKSI88.com - Insiden penembakan yang melibatkan lima Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia oleh Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) terjadi pada Jumat, 24 Januari 2025.
Penembakan ini terjadi di wilayah Tanjung Rhu, Selangor, pada pukul 03.00 dini hari, ketika para pekerja migran diduga berusaha meninggalkan Malaysia secara ilegal.
Satu WNI, yang diketahui bernama B dan berasal dari Riau, meninggal dunia akibat insiden tersebut.
Jenazah korban dipulangkan ke Riau pada Rabu, 29 Januari 2025, menunggu ketersediaan tiket pesawat untuk penerbangan Kuala Lumpur - Pekanbaru.
Jenazah kemudian akan dimakamkan di Pulau Rupat, Riau, tempat asalnya. Sementara itu, empat korban lainnya masih dirawat di rumah sakit di Malaysia.
Baca Juga: Istilah Baru 'Ubur-ubur Ikan Lele' di Medsos, Dari Tilang Polisi hingga Lirik Lagu Rap Indonesia
Perbedaan Kronologi yang Diungkap oleh WNI dan APMM
Awalnya, pihak APMM menyatakan bahwa penembakan terjadi ketika kapal yang ditumpangi lima WNI melintas di Tanjung Rhu dan diduga melakukan perlawanan.
Namun, dua korban yang telah stabil, yakni HA dan MZ, membantah klaim tersebut dan mengatakan tidak ada perlawanan dengan senjata tajam seperti yang disebutkan oleh APMM.
Baca Juga: Menko Bidang Pangan RI Salurkan Bantuan Bibit dan Bahan Pangan untuk Korban Banjir di Lamsel
Pendampingan Hukum dari Kemlu dan KBRI Kuala Lumpur
Kementerian Luar Negeri Indonesia (Kemlu) memastikan akan memberikan perlindungan hukum kepada korban dan pendampingan untuk memastikan hak-hak mereka terpenuhi.
Pemerintah Indonesia juga akan menanggung biaya perawatan rumah sakit sampai para korban pulih.
Kemlu mendorong Malaysia untuk melakukan investigasi menyeluruh mengenai penggunaan kekuatan yang berlebihan dalam penanganan kasus ini.
Baca Juga: Jam Kiamat Semakin Dekat, 89 Detik Menuju Kehancuran, Berbagai Tanda Ini Dianggap Masuk Akal
Penyelidikan oleh Kepolisian Kerajaan Malaysia (PDRM) terkait insiden penembakan ini sudah dimulai. Pihak APMM dikabarkan akan bekerja sama sepenuhnya selama proses penyidikan berlangsung.
Artikel Terkait
4 Fakta Menohok AS Panik Lihat AI China DeepSeek Guncang Pasar Global, Salah Satunya ‘Meroket’ dengan Modal Kecil
Mengapa Sering Turun Hujan Saat Imlek? Ini Filosofi dan Maknanya
Jam Kiamat Semakin Dekat, 89 Detik Menuju Kehancuran, Berbagai Tanda Ini Dianggap Masuk Akal
Kadis DPMD Bengkulu Utara Tanggapi Pengelolaan TPR Desa Air Sebayur, Harus Sesuai Regulasi
Menko Bidang Pangan RI Salurkan Bantuan Bibit dan Bahan Pangan untuk Korban Banjir di Lamsel
Istilah Baru 'Ubur-ubur Ikan Lele' di Medsos, Dari Tilang Polisi hingga Lirik Lagu Rap Indonesia