4 Fakta Penembakan Polisi Malaysia kepada 5 WNI di Selangor, Salah Satunya Ada Perbedaan Kronologi yang Diungkap

Syamsu Rizal, Redaksi88
- Kamis, 30 Januari 2025 | 18:45 WIB
Ilustrasi penembakan WNI oleh aparat Malaysia.  (Unsplash/Max Kleinen)
Ilustrasi penembakan WNI oleh aparat Malaysia. (Unsplash/Max Kleinen)

REDAKSI88.com - Insiden penembakan yang melibatkan lima Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia oleh Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) terjadi pada Jumat, 24 Januari 2025.

Penembakan ini terjadi di wilayah Tanjung Rhu, Selangor, pada pukul 03.00 dini hari, ketika para pekerja migran diduga berusaha meninggalkan Malaysia secara ilegal.

Satu WNI, yang diketahui bernama B dan berasal dari Riau, meninggal dunia akibat insiden tersebut.

Jenazah korban dipulangkan ke Riau pada Rabu, 29 Januari 2025, menunggu ketersediaan tiket pesawat untuk penerbangan Kuala Lumpur - Pekanbaru.

Jenazah kemudian akan dimakamkan di Pulau Rupat, Riau, tempat asalnya. Sementara itu, empat korban lainnya masih dirawat di rumah sakit di Malaysia.

Baca Juga: Istilah Baru 'Ubur-ubur Ikan Lele' di Medsos, Dari Tilang Polisi hingga Lirik Lagu Rap Indonesia

Perbedaan Kronologi yang Diungkap oleh WNI dan APMM

Awalnya, pihak APMM menyatakan bahwa penembakan terjadi ketika kapal yang ditumpangi lima WNI melintas di Tanjung Rhu dan diduga melakukan perlawanan.

Namun, dua korban yang telah stabil, yakni HA dan MZ, membantah klaim tersebut dan mengatakan tidak ada perlawanan dengan senjata tajam seperti yang disebutkan oleh APMM.

Baca Juga: Menko Bidang Pangan RI Salurkan Bantuan Bibit dan Bahan Pangan untuk Korban Banjir di Lamsel

Pendampingan Hukum dari Kemlu dan KBRI Kuala Lumpur

Kementerian Luar Negeri Indonesia (Kemlu) memastikan akan memberikan perlindungan hukum kepada korban dan pendampingan untuk memastikan hak-hak mereka terpenuhi.

Pemerintah Indonesia juga akan menanggung biaya perawatan rumah sakit sampai para korban pulih.

Kemlu mendorong Malaysia untuk melakukan investigasi menyeluruh mengenai penggunaan kekuatan yang berlebihan dalam penanganan kasus ini.

Baca Juga: Jam Kiamat Semakin Dekat, 89 Detik Menuju Kehancuran, Berbagai Tanda Ini Dianggap Masuk Akal

Penyelidikan oleh Kepolisian Kerajaan Malaysia (PDRM) terkait insiden penembakan ini sudah dimulai. Pihak APMM dikabarkan akan bekerja sama sepenuhnya selama proses penyidikan berlangsung.

Halaman:

Editor: Syamsu Rizal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X