Ekonomi RI Tumbuh 5,12 Persen pada Kuartal II-2025, Industri CPO dan Farmasi Dorong Tren Positif

Ibrahim Shiddiq, Redaksi88
- Selasa, 5 Agustus 2025 | 15:07 WIB
Ilustrasi pertumbuhan Ekonomi RI yang tumbuh pada kuartal II (Q2) pada tahun 2025.  (Freepik.com)
Ilustrasi pertumbuhan Ekonomi RI yang tumbuh pada kuartal II (Q2) pada tahun 2025. (Freepik.com)

Redaksi88.com – Kinerja ekonomi Indonesia menunjukkan tren yang menggembirakan pada kuartal kedua (Q2) tahun 2025.

Mengutip laporan dari Reuters, pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 5,12 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Capaian ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan triwulan pertama yang berada di angka 4,87 persen.

Angka ini sekaligus menjadi laju pertumbuhan ekonomi tercepat sejak kuartal II tahun 2023, yang menandakan penguatan fundamental ekonomi nasional di tengah tantangan global yang masih berlangsung.

Baca Juga: Abu Zayd Al Balkhi: Cendikiawan Muslim Pelopor Kesehatan Mental Sejak Abad ke-9, Jauh Sebelum Psikologi Modern

 "Berdasarkan basis kuartal ke kuartal (qtq) yang tidak disesuaikan secara musiman, produk domestik bruto tumbuh 4,04 persen pada bulan April-Juni, menurut Badan Pusat Statistik (RI)," tulis Reuters dalam artikel yang tayang pada Selasa, 5 Agustus 2025. 

Berdasarkan data BPS yang dirilis pada Selasa, 5 Agustus 2025, Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan menjadi sektor yang mencatat pertumbuhan tertinggi, yakni 13,53 persen. 

Hal ini dipicu oleh musim panen yang sukses serta permintaan yang tinggi terhadap komoditas pangan.

Baca Juga: Fakta Kasus Pelajar SMK di Cibiru Tewas Ditebas Celurit, Pelaku Diduga Simpan Dendam

Dari sisi pengeluaran, komponen pengeluaran konsumsi pemerintah mencatat pertumbuhan paling signifikan, mencapai 21,05 persen. 

Kenaikan ini menunjukkan adanya peran aktif belanja negara dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, baik untuk sektor infrastruktur maupun pelayanan publik.

Sektor industri pengolahan menjadi pilar utama pertumbuhan dengan kinerja yang terus positif. 

Industri makanan dan minuman, misalnya, tumbuh 6,15 persen berkat peningkatan permintaan domestik maupun ekspor, seperti produk CPO, minyak goreng, dan makanan olahan lainnya.

Baca Juga: Viral! Modus Baru Oknum Debt Collector di Depok Diduga Beli Data Pribadi Warga untuk Tarik Kendaraan di Jalan

Halaman:

Editor: Ibrahim Shiddiq

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X