Pesan Chairman Rockefeller ke Menkeu Purbaya: Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh Pesat Jika Sektor Swasta Lebih Diberdayakan

Syamsu Rizal, Redaksi88
- Sabtu, 13 September 2025 | 09:13 WIB
Chairman Rockefeller, Ruchir Sharma (kiri) memberikan saran khusus untuk Menkeu Purbaya (kanan) terkait strategi ekonomi RI agar dapat melambung tinggi. ( YouTube.com/RhenaldKasali - Instagram.com/@lps_idic)
Chairman Rockefeller, Ruchir Sharma (kiri) memberikan saran khusus untuk Menkeu Purbaya (kanan) terkait strategi ekonomi RI agar dapat melambung tinggi. ( YouTube.com/RhenaldKasali - Instagram.com/@lps_idic)

Sharma menanggapi dengan mengingat kembali pengalamannya ketika pertama kali datang ke Indonesia pada 1997, saat krisis finansial Asia.

“Saya menyaksikan saat-saat terakhir Soeharto, kerusuhan di Jakarta, dan juga bagaimana Indonesia bangkit. Dekade 2000-an menurut saya adalah masa ketika Indonesia benar-benar bersinar,” ujar Sharma.

Menurutnya, kebangkitan Indonesia kala itu ditopang oleh ledakan komoditas serta reformasi perbankan pasca krisis.

Baca Juga: Usulan GNB Disambut Prabowo, Tim Reformasi Kepolisian Segera Dibentuk

“Ketika saya menulis Breakout Nations pada 2012, saya cukup yakin dengan prospek Indonesia. Kebijakan fiskalnya saat itu menarik investasi asing, sementara konsumsi domestik juga kuat,” jelasnya.

Meski begitu, Sharma menilai pertumbuhan ekonomi 5 persen yang selama ini dicapai Indonesia sebenarnya sudah cukup baik.

“Pertumbuhan 5 persen itu target yang bagus, tidak bisa dianggap kecil,” ungkapnya.

Sharma kemudian memberikan pesan khusus untuk pemerintah Indonesia, terutama kepada Menkeu Purbaya. Ia menekankan pentingnya memberi ruang besar bagi sektor swasta, seperti yang dilakukan China pada masa awal kebangkitan ekonominya.

Baca Juga: Setujui Adanya Pembentukan Tim Investigasi Independen, AHY Sebut Bisa Cegah Misinformasi hingga Teori Konspirasi

“China memberi rakyatnya banyak kebebasan untuk masuk ke berbagai bidang ekonomi, terutama sektor swasta. Dari situlah kekuatan ekonominya tumbuh,” terang Sharma.

Ia menambahkan, pada tahap pembangunan seperti yang tengah dijalani Indonesia, China justru tidak banyak mengalokasikan anggaran untuk bantuan sosial.

“Mereka fokus pada investasi infrastruktur, karena itu yang menciptakan pertumbuhan masa depan,” ujarnya.

Sharma juga mengingatkan agar Indonesia tidak mengikuti jejak negara-negara Amerika Latin yang menghabiskan terlalu banyak anggaran untuk belanja sosial.

“Ini hal yang perlu diperhatikan bagi Indonesia,” tukasnya.***

Halaman:

Editor: Syamsu Rizal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X