Dengan bahan bakar padat, Sejjil diketahui memiliki waktu peluncuran yang lebih cepat dan kemampuan mobilitas yang tinggi. Hal ini membuatnya sulit dideteksi dan dihancurkan sebelum sempat diluncurkan.
Rudal yang sebelumnya tersimpan lama di fasilitas pertahanan Iran, Sejjil memiliki fleksibilitas dalam hal muatan.
Rudal ini mampu membawa hulu ledak konvensional maupun nuklir, menjadikannya salah satu aset strategis militer Iran di kawasan.
Dilansir dari Outlook India, Sejjil memiliki jangkauan antara 2.000 hingga 2.500 kilometer. Jangkauan tersebut cukup untuk menghantam target di Israel, Arab Saudi, hingga pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah.
Soal kecepatan, Sejjil terbilang mematikan. Rudal ini mampu melaju hingga Mach 12-14 saat masuk atmosfer dan mempertahankan kecepatan Mach 5 saat mencapai target.
Kendati demikian, kantor berita asal Israel, The Times of Israel melaporkan sistem pertahanan Israel berhasil mencegat sebuah rudal dalam serangan pada hari yang sama. Fragmen rudal tersebut menyebabkan kerusakan kecil pada sebuah kendaraan.
Hingga kini, belum dipastikan apakah rudal yang berhasil dicegat tersebut adalah Sejjil. Namun, peluncuran ini tetap menjadi sinyal kuat bahwa Iran kini bersedia mengerahkan persenjataan paling mematikan mereka dalam konflik terbuka.*
Artikel Terkait
Konflik Iran vs Israel Makin Memanas, Trump Sebut Khamenei Target Mudah dan Klaim Tahu Lokasi Persembunyiannya
Kejagung Bantah Klaim Wilmar soal Dana Jaminan Rp11,8 Triliun, Tegaskan Tak Ada Istilah tersebut dalam Kasus Korupsi
Cinta Segitiga Berakhir Tragis: Pria di Jambi Tewas Diracun Pasangan Sesama Jenis karena Cemburu Ditinggal Menikah
Status Siaga 1 untuk WNI di Iran Ditetapkan, Menlu Sugiono: Target Israel Bukan Hanya Militer tapi Juga Sipil
Soal Negara G7 Bela Israel yang Tengah Berkonflik dengan Iran, Menlu Sugiono Nilai Sikap Itu Justru Memperburuk Situasi