Babak Baru Perang Dagang 2025: AS Ancam Tarif Impor 200 Persen ke China Imbas Rencana Pembatasan Ekspor Magnet Langka Dibatasi

Ibrahim Shiddiq, Redaksi88
- Rabu, 27 Agustus 2025 | 12:48 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.  (Instagram.com/@realdonaldtrump)
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. (Instagram.com/@realdonaldtrump)

Redaksi88.com – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengancam akan menaikkan tarif impor terhadap China hingga 200 persen.

Adapun ancaman tersebut dilontarkan menyusul rencana Negeri Tirai Bambu yang akan membatasi ekspor magnet tanah jarang (rare-earth magnet).

Magnet tanah jarang tergolong langka, karena dinilai mengandung unsur-unsur kimia yang kandungannya tersebar di kerak bumi, sehingga sulit ditambang dengan cara ekonomis.

Baca Juga: Berjangka vs Seumur Hidup, Mengenal Perbedaan Durasi Asuransi Jiwa dan Menentukan Polis Sesuai Kebutuhan

“Mereka harus memberi kita magnet,” kata Trump kepada wartawan usai bertemu Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, di Gedung Putih, AS, sebagaimana dikutip dari Reuters, Selasa, 26 Agustus 2025.

“Jika mereka tidak memberi kita magnet, maka kita harus mengenakan tarif 200 persen atau semacamnya,” imbuhnya.

Trump bahkan menyinggung potensi dampak serius bagi China apabila pasokan ke AS benar-benar terhenti.

Baca Juga: Ini Peran Tiga Tersangka Baru Dugaan Korupsi Perjadin DPRD Bengkulu Utara 2023

“200 pesawat mereka tidak dapat terbang karena kita sengaja tidak memberi mereka suku cadang Boeing karena mereka tidak memberi kita magnet,” ujarnya.

Pernyataan itu muncul di tengah laporan pemerintah AS yang menunjukkan ekspor magnet tanah jarang dari China telah kembali pulih.

Pada Juni 2025 lalu, pengiriman magnet ke AS melonjak lebih dari tujuh kali lipat atau naik 660 persen dibanding bulan sebelumnya. 

Kenaikan masih berlanjut pada Juli 2025 dengan pertumbuhan 76 persen secara bulanan.

Baca Juga: Mendikdasmen Minta Tambahan Anggaran Rp14,4 Triliun untuk PIP hingga Insentif Guru Honorer

Selama ini, China menguasai sekitar 90 persen produksi magnet tanah jarang dunia. 

Halaman:

Editor: Ibrahim Shiddiq

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X