“Jangan disimplikasi, jangan dikerucutkan seolah-olah ada agenda tertentu. Kita harus melihat konteks yang lebih besar, yaitu penghormatan terhadap kebudayaan nasional,” ujar Aria Bima kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Senin, 14 Juli 2025.
Ia pun meyakini bahwa Presiden Prabowo sendiri tidak akan nyaman jika hari kelahirannya dikaitkan secara langsung dengan penetapan Hari Kebudayaan Nasional.
“Saya kira Pak Prabowo tidak akan suka jika hari lahir beliau dijadikan semacam simbolisasi untuk hal sebesar itu. Kebudayaan adalah sesuatu yang jauh lebih luas dan mendalam,” tutupnya.***
Artikel Terkait
Viral Oknum TKI Mabuk Diduga Picu Kebakaran di Jepang saat Masak Mie Instan
Usai Diperiksa Kejagung, Nadiem Makarim Bungkam soal Detail Kasus Proyek Chromebook Rp9,9 Triliun
Dikirim ke Singapura! Polda Jabar Ungkap Sindikat Perdagangan Bayi Skala Internasional, 6 Balita Berhasil Diselamatkan
Haru! Guru Honorer Menangis di Rapat DPR, Keluhkan Gaji Rp540 Ribu dan Berharap Diangkat Jadi PPPK
Kejagung Temukan Grup WhatsApp ‘Mas Menteri Core Team’, Dibuat Dua Bulan Sebelum Nadiem Makarim Dilantik
Kembali Terjadi, Kasus kehilangan Laptop Penumpang di Bus Rosalia Indah dan Pengakuan CCTV Rusak