Redaksi88.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membeberkan sejumlah aduan yang melibatkan pegawai Kementerian Keuangan (Kemenkeu), mulai dari dugaan penyelundupan, suap, hingga perilaku tidak pantas dalam menjalankan tugas.
Aduan tersebut dibacakan langsung oleh Menkeu Purbaya di Kantor Pusat Kementerian Keuangan pada Sabtu, 25 Oktober 2025.
Salah satu laporan yang Purbaya bacakan menyebut adanya dugaan penyelundupan kontainer berisi garmen dari Batam, yang disertai praktik suap senilai Rp20 juta per kontainer.
Menteri Keuangan itu memastikan laporan tersebut tengah ditelusuri lebih dalam oleh jajarannya.
“Kasus kontainer berisi selundupan garmen dari Batam, dugaan suap Rp20 juta per kontainer. Nggak benar itu? Oh, ini lagi didalami, pendalaman lebih lanjut,” ujar Purbaya.
Ia menjelaskan, kanal Lapor Pak Purbaya dibuka sebagai wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan maupun dugaan pelanggaran di lingkungan Kemenkeu.
Namun, Purbaya menegaskan bahwa tidak semua laporan yang masuk terbukti benar.
Sejumlah Laporan Dinyatakan Tidak Benar
Dari hasil verifikasi, beberapa laporan dinyatakan tidak sesuai dengan fakta.
Salah satunya adalah tudingan terhadap pegawai Bea Cukai yang disebut kerap nongkrong di kedai kopi setiap hari.
Setelah dilakukan pengecekan, laporan tersebut tidak terbukti.
Selain itu, sejumlah laporan lain masih dalam proses klarifikasi, seperti dugaan penjualan kembali pita cukai di Madura serta dugaan penyimpangan dalam pemberantasan rokok ilegal oleh Bea Cukai Tanjung Balai Karimun.
“Kedua, pengadu tidak bisa dikonfirmasi namun akan dilakukan pendalaman lebih lanjut. Pertama dugaan penjualan kembali pita cukai di Madura, dugaan pemberantasan rokok ilegal Bea Cukai Tanjung Balai Karimun,” jelasnya.
Artikel Terkait
Danantara Siap Gandeng Pemerintah dalam Negosiasi dengan China, Menkeu Purbaya Beri Tanggapan Tegas Begini
Usai Kritikan Malas Bangun Kilang Minyak di DPR, Menkeu Purbaya Sebut Hulu Pertamina Masih Lemah saat Bertemu Dirut Pertamina
Menkeu Purbaya Tegaskan Dana Rp20 Triliun untuk BPJS Kesehatan Bukan untuk Tutup Tunggakan Peserta
Mahfud MD Sebut Penyelesaian Utang Whoosh Tak Cukup Politik, Perlu Jalur Hukum
Selain Polemik Utang Jumbo Rp116 Triliun, Mahfud MD Soroti Tenaga Kerja di Balik Whoosh yang Tak Didominasi Orang Indonesia