REDAKSI88.com - Coca Cola baru-baru ini menarik sejumlah produknya dari pasar Eropa setelah ditemukan kadar klorat yang tinggi dalam minuman tersebut.
Dilansir AFP pada Kamis, 30 Januari 2025, penarikan ini juga mencakup beberapa varian soda lainnya, seperti Coke dan Sprite.
Menurut Coca-Cola Europacific Partners Belgium, produk dengan kadar klorat tinggi telah beredar di Belgia, Belanda, Inggris, Jerman, Prancis, dan Luksemburg sejak November.
Jumlah pastinya belum diketahui, tetapi pihak perusahaan mengakui bahwa skala peredarannya cukup besar di pasar.
"Kami tidak memiliki angka pasti, tetapi jelas bahwa itu adalah jumlah yang cukup besar," ujar manajemen Coca-Cola Europacific Partners Belgium kepada AFP.
Klorat dapat ditemukan dalam makanan akibat penggunaan disinfektan berbasis klorin dalam pengolahan air dan makanan.
Otoritas Keamanan Pangan Eropa (EFSA) menyatakan bahwa paparan klorat dalam jangka panjang dapat berisiko bagi anak-anak, terutama dengan defisiensi yodium ringan hingga sedang.
Efeknya dapat menghambat penyerapan yodium dalam tubuh, yang berpotensi memengaruhi fungsi hormon tiroid secara signifikan.
Profesor toksikologi dari Rumah Sakit Universitas Antwerp, Philippe Jorens, menyebutkan bahwa risiko baru muncul jika dikonsumsi dalam jumlah besar.
"Anda harus mengonsumsi begitu banyak botol berbeda untuk melihat efeknya," ujarnya kepada penyiar publik Belgia, VTM.
Coca-Cola Europacific Partners Belgium memastikan bahwa sebagian besar produk terdampak yang belum terjual telah ditarik dari pasar.
"Mayoritas produk yang terdampak dan tidak terjual telah ditarik dari rak-rak toko, dan kami terus mengambil langkah-langkah untuk menarik semua produk yang tersisa dari pasar," ungkap perusahaan.