Jalur utama masuknya klorat ke dalam makanan adalah melalui pengolahan air yang sebelumnya telah diberi produk biosida berbasis klorin.
Sejumlah makanan yang sering ditemukan mengandung klorat antara lain, Sayuran beku, Jus buah, Selada dan Rempah-rempah.
Baca Juga: Kadis DPMD Bengkulu Utara Tanggapi Pengelolaan TPR Desa Air Sebayur, Harus Sesuai Regulasi
EFSA menegaskan bahwa konsumsi klorat berulang dapat menjadi perhatian kesehatan, terutama bagi anak-anak dengan defisiensi yodium.
Regulasi mengenai kadar klorat dalam makanan dan minuman terus diperketat guna mengurangi risiko kesehatan masyarakat.
Saat ini, tidak ada laporan penarikan produk Coca-Cola di luar negara-negara yang telah disebutkan, termasuk di Indonesia.***
Artikel Terkait
Jam Kiamat Semakin Dekat, 89 Detik Menuju Kehancuran, Berbagai Tanda Ini Dianggap Masuk Akal
Kadis DPMD Bengkulu Utara Tanggapi Pengelolaan TPR Desa Air Sebayur, Harus Sesuai Regulasi
Menko Bidang Pangan RI Salurkan Bantuan Bibit dan Bahan Pangan untuk Korban Banjir di Lamsel
Istilah Baru 'Ubur-ubur Ikan Lele' di Medsos, Dari Tilang Polisi hingga Lirik Lagu Rap Indonesia
4 Fakta Penembakan Polisi Malaysia kepada 5 WNI di Selangor, Salah Satunya Ada Perbedaan Kronologi yang Diungkap
Kebakaran Hutan Melanda Melbourne Barat akibat Gelombang Panas, Pemerintah Langsung Keluarkan Perintah Evakuasi