Coca Cola Tarik Produk dari Eropa karena Kandungan Klorat Tinggi, Bagaimana dengan di Indonesia?

Syamsu Rizal, Redaksi88
- Kamis, 30 Januari 2025 | 19:09 WIB
Coca-cola menarik peredarannya dari pasar Eropa.  (instagram.com/cocacola_id)
Coca-cola menarik peredarannya dari pasar Eropa. (instagram.com/cocacola_id)

Jalur utama masuknya klorat ke dalam makanan adalah melalui pengolahan air yang sebelumnya telah diberi produk biosida berbasis klorin.

Sejumlah makanan yang sering ditemukan mengandung klorat antara lain, Sayuran beku, Jus buah, Selada dan Rempah-rempah.

Baca Juga: Kadis DPMD Bengkulu Utara Tanggapi Pengelolaan TPR Desa Air Sebayur, Harus Sesuai Regulasi

EFSA menegaskan bahwa konsumsi klorat berulang dapat menjadi perhatian kesehatan, terutama bagi anak-anak dengan defisiensi yodium.

Regulasi mengenai kadar klorat dalam makanan dan minuman terus diperketat guna mengurangi risiko kesehatan masyarakat.

Saat ini, tidak ada laporan penarikan produk Coca-Cola di luar negara-negara yang telah disebutkan, termasuk di Indonesia.***

Halaman:

Editor: Syamsu Rizal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat

Sabtu, 18 April 2026 | 13:54 WIB
X