Redaksi88.com – Insiden penembakan terjadi di luar sebuah acara di Museum Yahudi, Washington, DC, pada Rabu, 21 Mei 2025, yang menewaskan dua staf Kedutaan Besar Israel.
Peristiwa tragis itu berlangsung di persimpangan Jalan 3rd dan F, wilayah Northwest Washington, tak jauh dari museum, kantor FBI setempat, serta kantor Kejaksaan AS.
Menurut keterangan Duta Besar Israel, korban merupakan seorang pria dan seorang wanita yang diketahui sebagai pasangan muda yang tengah merencanakan pertunangan.
Baca Juga: 6 Investor Suntikkan Rp3,65 Triliun ke IKN, dari Sektor Kuliner hingga Perhotelan
Juru bicara Kedutaan Besar Israel, Tal Naim Cohen, menyampaikan bahwa kedua korban ditembak dari jarak dekat saat menghadiri sebuah acara komunitas Yahudi di museum tersebut.
Kepala Kepolisian Metropolitan Washington, Pamela Smith, menjelaskan bahwa pelaku sempat terlihat mondar-mandir di sekitar lokasi sebelum acara dimulai.
Tersangka, yang diidentifikasi sementara sebagai Elias Rodriguez (30), langsung ditangkap tak lama setelah insiden terjadi. Saat diamankan, pelaku terdengar berteriak, "Bebaskan Palestina, Bebaskan Palestina.”
Pihak kepolisian menyatakan bahwa Rodriguez tidak memiliki riwayat kriminal maupun keterkaitan sebelumnya dengan penegak hukum.
Baca Juga: Ramai Isu ‘Peduli Lindungi’ Disusupi Situs Judol, Komdigi Resmi Blokir Aplikasi Era Covid-19 Itu
Kejadian ini memicu gelombang kecaman dari berbagai tokoh dan pejabat tinggi Amerika Serikat, termasuk Presiden AS Donald Trump. Ia menyebut insiden tersebut sebagai bentuk kejahatan antisemitisme.
“Pembunuhan mengerikan di DC ini, yang jelas-jelas berdasarkan antisemitisme, harus diakhiri, Sekarang! Kebencian dan Radikalisme tidak punya tempat di AS,” tulis Trump melalui platform Truth Social pada Kamis, 22 Mei 2025.
Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Kristi Noem, turut menyatakan sikap tegas terhadap pelaku.
“Kami akan membawa pelaku bejat ini ke pengadilan,” tulis Noem dalam unggahannya di platform X.
Baca Juga: DPR Desak BGN dan BPOM Tetapkan Standar Keamanan Bahan Tempat Makan Program MBG
Artikel Terkait
Kejagung Jelaskan Penangkapan Bos Sritex terkait Dugaan Korupsi Kredit Bank Hampir Rp3,6 Triliun
DPR Desak BGN dan BPOM Tetapkan Standar Keamanan Bahan Tempat Makan Program MBG
Kejagung Ungkap Dugaan Mantan Bos Sritex Gunakan Kredit Bank Bukan untuk Modal, tapi untuk Bayar Utang dan Beli Aset
Ramai Isu ‘Peduli Lindungi’ Disusupi Situs Judol, Komdigi Resmi Blokir Aplikasi Era Covid-19 Itu
6 Investor Suntikkan Rp3,65 Triliun ke IKN, dari Sektor Kuliner hingga Perhotelan