Penembakan di Washington: Dua Staf Kedutaan Besar Israel Tewas, Pelaku Serukan 'Bebaskan Palestina'

Ibrahim Shiddiq, Redaksi88
- Kamis, 22 Mei 2025 | 18:00 WIB
Foto Ilustrasi - Dua staf Kedutaan Besar Israel tewas ditembak di Washington.  (freepik / rawpixel)
Foto Ilustrasi - Dua staf Kedutaan Besar Israel tewas ditembak di Washington. (freepik / rawpixel)

Redaksi88.comInsiden penembakan terjadi di luar sebuah acara di Museum Yahudi, Washington, DC, pada Rabu, 21 Mei 2025, yang menewaskan dua staf Kedutaan Besar Israel.

Peristiwa tragis itu berlangsung di persimpangan Jalan 3rd dan F, wilayah Northwest Washington, tak jauh dari museum, kantor FBI setempat, serta kantor Kejaksaan AS.

Menurut keterangan Duta Besar Israel, korban merupakan seorang pria dan seorang wanita yang diketahui sebagai pasangan muda yang tengah merencanakan pertunangan.

Baca Juga: 6 Investor Suntikkan Rp3,65 Triliun ke IKN, dari Sektor Kuliner hingga Perhotelan

Juru bicara Kedutaan Besar Israel, Tal Naim Cohen, menyampaikan bahwa kedua korban ditembak dari jarak dekat saat menghadiri sebuah acara komunitas Yahudi di museum tersebut.

Kepala Kepolisian Metropolitan Washington, Pamela Smith, menjelaskan bahwa pelaku sempat terlihat mondar-mandir di sekitar lokasi sebelum acara dimulai.

Tersangka, yang diidentifikasi sementara sebagai Elias Rodriguez (30), langsung ditangkap tak lama setelah insiden terjadi. Saat diamankan, pelaku terdengar berteriak, "Bebaskan Palestina, Bebaskan Palestina.”

Pihak kepolisian menyatakan bahwa Rodriguez tidak memiliki riwayat kriminal maupun keterkaitan sebelumnya dengan penegak hukum.

Baca Juga: Ramai Isu ‘Peduli Lindungi’ Disusupi Situs Judol, Komdigi Resmi Blokir Aplikasi Era Covid-19 Itu

Kejadian ini memicu gelombang kecaman dari berbagai tokoh dan pejabat tinggi Amerika Serikat, termasuk Presiden AS Donald Trump. Ia menyebut insiden tersebut sebagai bentuk kejahatan antisemitisme.

“Pembunuhan mengerikan di DC ini, yang jelas-jelas berdasarkan antisemitisme, harus diakhiri, Sekarang! Kebencian dan Radikalisme tidak punya tempat di AS,” tulis Trump melalui platform Truth Social pada Kamis, 22 Mei 2025.

Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Kristi Noem, turut menyatakan sikap tegas terhadap pelaku.

“Kami akan membawa pelaku bejat ini ke pengadilan,” tulis Noem dalam unggahannya di platform X.

Baca Juga: DPR Desak BGN dan BPOM Tetapkan Standar Keamanan Bahan Tempat Makan Program MBG

Halaman:

Editor: Ibrahim Shiddiq

Sumber: Pemberitaan Media Siber

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X