Implikasi Kenaikan PPN 12 Persen terhadap Stabilitas dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Hafizah Mahasiswi S1 Akuntansi FEB

Ibrahim Shiddiq, Redaksi88
- Selasa, 10 Desember 2024 | 19:21 WIB
Opini- Hafizah Mahasiswi S1 Akuntansi FEB Universitas Jambi.  (Foto/Hafizah)
Opini- Hafizah Mahasiswi S1 Akuntansi FEB Universitas Jambi. (Foto/Hafizah)

Hal ini berpotensi memperburuk situasi ketenagakerjaan di Indonesia, di mana banyak orang masih berjuang untuk mendapatkan pekerjaan setelah pandemi.

Perusahaan-perusahaan yang terdampak PPN akan memperhitungkan keberlangsungan usaha mereka dimasa mendatang. 

Para Pengusaha dihadapi dua pilihan utama, menangung beban kenaikan PPN, atau menaikan harga jula produk merka untuk menyeimbangkan dengan pajak masukan pembelian harga bahan baku produksi.

Tentu hal tersebut bukanlah pilihan yang mudah bagi perusahaan. Perusahaan yang memutuskan untuk menanggung beban kenaikan PPN harus mempersiapkan cashflow dengan baik agar tidak terjadi kemerosotan. 

Sebaliknya perusahaan yang memutuskan untuk menaikan harga jual akan dihadapi dengan tantangan dalam menjaga volume penjualan dilingkungan masyarkata yang mengalami penurunan daya beli. 

Kedua pilihan tersebut membawa perusahaan pada peningkatan beban usaha yang dikhawatirkan memaksa perusahaan untuk mengurangi tenaga kerja. 

Oleh karena itu pengusaha mengharapkan pemerintah dapat memberikan insentif tambahan untuk membantu kondisi tersebut.

Pengaruh Terhadap Pertumbuhan Ekonomi, 

Kenaikan PPN diperkirakan akan menghambat pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. 

Eko Listiyanto dari INDEF memperingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi bisa turun di bawah 5 persen jika kebijakan ini diterapkan tanpa mempertimbangkan kondisi ekonomi saat ini. 

Dalam situasi di mana pertumbuhan ekonomi global juga melambat, penambahan beban pajak dapat memperrburuk prospek investasi di Indonesia.

Investor mungkin menjadi lebih skeptis untuk menanamkan modal mereka jika mereka melihat adanya penurunan dalam permintaan pasar domestic. 

Hal ini dapat mengarah pada penurunan investasi asing langsung (FDI) yang sangat diperlukan untuk mendorong pertumbuhan ekonmi jangka Panjang. 

Peniliti CORE Indonesia, Mohammad Faisal, merekomendasikan agar pemerintah menunda kebijakan kenaikan PPN hingga kondisi ekonomi membaik.

Reaksi Masyarakat dan Potensi Ketidakpuasan, 

Reaksi Masyarakat terhadap rencana kenaikan PPN juga menunjukan adanya ketidakpuasan yang mendalam. 

Banyak warga merasa bahwa pemerintah tidak cukup transparan dalam menjelaskan bagaimana penerimaan pajak akan digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

Halaman:

Editor: Ibrahim Shiddiq

Sumber: Hafizah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Arah Baru Fundruiser Indonesia

Jumat, 30 Januari 2026 | 06:30 WIB

Ketika Tumbler Menjadi Status Symbol Lingkungan

Sabtu, 13 Desember 2025 | 15:04 WIB

Ketika Ambisi Politik Mengalahkan Rasionalitas Ekonomi

Minggu, 19 Oktober 2025 | 13:57 WIB

Cium Tangan Budaya Feodal

Selasa, 24 Desember 2024 | 14:14 WIB

Wartawan Gaek

Senin, 23 Desember 2024 | 11:58 WIB

Primordialisme

Minggu, 22 Desember 2024 | 12:29 WIB

Batu Bulek Idak Besending

Minggu, 22 Desember 2024 | 12:11 WIB

Dampak Polusi Udara Terhadap Kesehatan

Rabu, 11 Desember 2024 | 23:59 WIB
X