Baca Juga: Dipanggil Prabowo ke Istana, Kepala BIN Pastikan Situasi Indonesia Aman Pascademo Agustus 2025
Namun, sebagian ekonom berpendapat efek ini sudah tidak lagi relevan.
“Jika dulu pernah ada, kini para trader yang sudah tahu pola ini bertindak lebih dulu sehingga dampaknya hilang,” tulis Investopedia.
Sejak dekade 1990-an, penurunan tajam di bulan September semakin jarang terlihat.
Beberapa analis bahkan menilai investor kini cenderung melakukan aksi jual lebih awal, misalnya pada Agustus, sehingga tekanan di September menjadi lebih ringan.
“Fenomena ini tidak bisa dijadikan patokan pasti dalam mengambil keputusan investasi,” ungkap laporan Investopedia.
Dengan demikian, September Effect lebih tepat disebut sebagai mitos pasar ketimbang realitas yang bisa dijadikan pedoman.
“Bagi sebagian ekonom, mencatat fakta September sering dianggap buruk, tapi bukan berarti satu bulan ini harus jadi yang paling merugi,” tutup Investopedia.***
Artikel Terkait
Nilai Tukar Petani Capai 123,57 di Agustus, Pertanian Indonesia Tunjukkan Tren Positif
BI Pastikan Suku Bunga Kredit Berangsur Turun, Transmisi Butuh Waktu
Fenomena Gray Work: Aplikasi Berlebihan Timbulkan Pekerjaan Tambahan, Industri Keuangan Paling Terdampak
Intermediasi Perbankan Nasional Tetap Solid, OJK Dorong Relaksasi untuk UMKM
Meski Ada Gejolak, OJK Pastikan Likuiditas dan Solvabilitas Lembaga Keuangan RI Tetap Kuat