Fenomena September Effect: Ekonomi Rata-rata Buruk, tapi Tak Selalu Jadi Bulan Paling Merugi

Ibrahim Shiddiq, Redaksi88
- Sabtu, 6 September 2025 | 11:35 WIB
Ilustrasi fenomena september effect yang dinilai memiliki rekor ekonomi rata-rata buruk di pasar global.  (Freepik.com)
Ilustrasi fenomena september effect yang dinilai memiliki rekor ekonomi rata-rata buruk di pasar global. (Freepik.com)

Baca Juga: Dipanggil Prabowo ke Istana, Kepala BIN Pastikan Situasi Indonesia Aman Pascademo Agustus 2025

Namun, sebagian ekonom berpendapat efek ini sudah tidak lagi relevan.

“Jika dulu pernah ada, kini para trader yang sudah tahu pola ini bertindak lebih dulu sehingga dampaknya hilang,” tulis Investopedia.

Sejak dekade 1990-an, penurunan tajam di bulan September semakin jarang terlihat. 

Beberapa analis bahkan menilai investor kini cenderung melakukan aksi jual lebih awal, misalnya pada Agustus, sehingga tekanan di September menjadi lebih ringan.

“Fenomena ini tidak bisa dijadikan patokan pasti dalam mengambil keputusan investasi,” ungkap laporan Investopedia.

Dengan demikian, September Effect lebih tepat disebut sebagai mitos pasar ketimbang realitas yang bisa dijadikan pedoman.

“Bagi sebagian ekonom, mencatat fakta September sering dianggap buruk, tapi bukan berarti satu bulan ini harus jadi yang paling merugi,” tutup Investopedia.***

Halaman:

Editor: Ibrahim Shiddiq

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X