REDAKSI88.com - Indonesia tidak akan melakukan impor beras sampai akhir tahun 2025, hal ini ditegaskan Menteri Pertanian/Mentan Andi Amran Sulaiman.
Ia menyebut untuk stok cadangan beras nasional saat ini hampir 4 juta ton, jumlah tersebut dua kali lipat dari tahun lalu.
"Insya Allah aman, tidak ada impor karena stok kita banyak," ujar Amran kepada awak media di Palembang pada Jumat, 5 September 2025.
Baca Juga: Kabar Duka: Ekonom Arif Budimanta Meninggal Dunia di Usia 57 Tahun
Amran juga mengungkapkan selama 2 tahun terakhir, Indonesia selalu melakukan impor beras untuk peningkatan stok cadangan beras pemerintah (CBP).
Ia pun menjelaskan dari laporan Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan Pangan dan Pertanian PBB (FAO), tahun 2025 pencapaian panen sekitar 34-35 juta ton atau naik 4 juta ton setara beras.
Menurut Amran, dengan kenaikan tersebut, tambahan pendapatan petani juga naik menjadi Rp60 triliun.
Baca Juga: Emas Antam Tembus Rp2,06 Juta per Gram, Mencatat Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah
"Kita syukuri ini, di bawah gagasan Pak Presiden, dengan menyederhanakan regulasi, sarana produksi ditambah, mempermudah pengadaan pupuk dan lain-lain juga berkontribusi pada produksi," imbuhnya.
Kenaikan stok beras juga berdampak positif pada nilai tukar petani (NTP) yang turut mengalami kenaikan.
"NTP (Nilai Tukar Petani) kesejahteraan petani naik 123 persen, indikator ini harus kita syukuri," tuturnya.
Baca Juga: Investasi Ekonomi Kreatif Tembus Rp90,1 Triliun, Menekraf Sebut Investor Kian Percaya
Mentan menegaskan dan memastikan bahwa pemerintah akan tetap bertanggung jawab untuk membuat harga stabil jika ada naik turun harga.***
Artikel Terkait
Intermediasi Perbankan Nasional Tetap Solid, OJK Dorong Relaksasi untuk UMKM
Meski Ada Gejolak, OJK Pastikan Likuiditas dan Solvabilitas Lembaga Keuangan RI Tetap Kuat
Fenomena September Effect: Ekonomi Rata-rata Buruk, tapi Tak Selalu Jadi Bulan Paling Merugi
Inflasi Pangan Diklaim Turun, Mendagri Tito Soroti Peran Penyaluran Beras SPHP
Emas Antam Tembus Rp2,06 Juta per Gram, Mencatat Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah
Investasi Ekonomi Kreatif Tembus Rp90,1 Triliun, Menekraf Sebut Investor Kian Percaya