REDAKSI88.com - Publik Tanah Air tengah ramai memperbincangkan total utang pemerintah Indonesia yang per Juni 2025 tercatat menembus angka Rp9.138 triliun.
Menanggapi kekhawatiran tersebut, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) meminta masyarakat agar tidak terlalu cemas. Pemerintah menegaskan bahwa posisi utang nasional masih berada dalam batas aman dan dikelola secara hati-hati.
Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu, Suminto, yang menjelaskan bahwa utang negara sejatinya merupakan bentuk “pajak masa depan”.
“Utang ini sebenarnya future tax. Artinya kewajiban yang akan dipenuhi di masa depan oleh generasi yang akan datang,” ujar Suminto dalam Media Gathering 2025 di Novotel Bogor, Jawa Barat, Sabtu (11/10/2025).
Menurutnya, konsep “pajak masa depan” berarti setiap penarikan utang harus direncanakan dengan matang agar tidak membebani generasi berikutnya.
“Sehingga kita betul-betul melakukan utang secara hati-hati, terukur, dan dalam batas kemampuan membayar kembali di masa depan,” imbuhnya.
Rincian dan Perbandingan Utang Negara
Dari total utang Rp9.138 triliun, pinjaman langsung tercatat sebesar Rp1.157 triliun, sedangkan sisanya Rp7.980 triliun berbentuk Surat Berharga Negara (SBN).
Jumlah tersebut memang menurun sedikit dibandingkan posisi Mei 2025 yang mencapai Rp9.177 triliun, namun tetap lebih tinggi dibanding akhir 2024 yang berada di angka Rp8.813 triliun.
Suminto menekankan bahwa rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) per Juni 2025 masih di level 39,86 persen, jauh di bawah batas maksimal yang ditetapkan undang-undang, yakni 60 persen.
Baca Juga: Tragedi di Jembatan Kembar: Mahasiswa UNM Tewas Setelah Terjatuh ke Sungai Jeneberang
“Satu level yang cukup rendah, cukup moderat dibandingkan banyak negara. Kita memahami bahwa debt to GDP ratio bukan satu-satunya indikator. Namun yang terpenting, utang ini dikelola dengan baik,” jelasnya.
Sebagai pembanding, Malaysia memiliki rasio utang 61,9 persen, Filipina 62 persen, Thailand 62,8 persen, India 84,3 persen, dan Argentina bahkan 116,7 persen. Sementara Vietnam berada di kisaran 37,2 persen — hampir setara dengan Indonesia.
Struktur Utang Masih Sehat
Kemenkeu juga menyebut struktur utang nasional masih tergolong sehat. Sekitar 71–72 persen utang pemerintah berbentuk mata uang rupiah, sementara sisanya 28–29 persen dalam valuta asing.
Artikel Terkait
Pemerintah Wacanakan 100 Ribu Kuota Magang Nasional Bergaji, Mampukah Serap Tenaga Muda?
Anies Baswedan Soroti PHK Massal di Indonesia, Singgung soal Kepastian Penghasilan
Sidang Praperadilan Nadiem Makarim, Hotman Paris Bawa Hasil Audit BPKP dan Klaim Tak Ada Kerugian Negara
BGN Gandeng 5.000 Chef Profesional untuk Perkuat Program Makan Bergizi Gratis di Tengah Isu Keamanan Pangan
Menkeu Purbaya Akui Belum Ada Pembahasan soal Penggunaan APBN untuk Pembangunan Ponpes Al Khoziny
Polemik Kekosongan Stok BBM di SPBU Swasta Munculkan Isu Pemerintah Jegal Investasi, Begini Kata Bahlil