Menperin Bongkar Kolaborasi RI-Saudi Hadapi Perang Dagang Imbas Kebijakan Tarif Trump

Syamsu Rizal, Redaksi88
- Rabu, 16 April 2025 | 16:25 WIB
Potret Menteri Perindustrian (Menperin) RI, Agus Gumiwang (kanan) saat bersama Menteri Perdagangan AS, Gina Raimondo (kiri) pada 2022 lalu.  (Instagram.com/@agusgumiwangk)
Potret Menteri Perindustrian (Menperin) RI, Agus Gumiwang (kanan) saat bersama Menteri Perdagangan AS, Gina Raimondo (kiri) pada 2022 lalu. (Instagram.com/@agusgumiwangk)

REDAKSI88.com – Kebijakan tarif impor yang diterapkan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, memicu gelombang tarif balasan (resiprokal) dari berbagai negara, termasuk Indonesia dan Arab Saudi

Isu ini pun menjadi sorotan utama dalam kunjungan kerja Menteri Industri dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi, Bandar Al-Khorayef, ke Kantor Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI pada Rabu, 16 April 2025.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Perindustrian (Menperin) RI, Agus Gumiwang Kartasasmita, mengungkapkan bahwa kedua negara membahas strategi kolaborasi untuk menghadapi dampak perang dagang global yang dipicu oleh kebijakan tarif Trump.

Baca Juga: Perang Dagang China vs AS: Influencer Raymond Chin Sebut Kebijakan Tarif Trump Kalah Telak dari Negeri Tirai Bambu

"Kami sepakat bahwa salah satu cara untuk memitigasinya adalah penguatan kerja sama antara kedua negara," tegas Agus di Gedung Kemenperin, Jakarta, Rabu (16/4/2025).

Menperin menggarisbawahi potensi besar kerja sama di sektor petrokimia, mengingat Arab Saudi sebagai salah satu produsen minyak terbesar dunia dapat menjadi mitra strategis dalam pengembangan industri petrokimia Indonesia.

"Indonesia membutuhkan downstreaming (hilirisasi) dari petrochemical untuk mendukung sektor-sektor turunannya, di mana petrochemical itu merupakan mother of all industry," jelas Agus.

Baca Juga: Negosiasi Tarif Trump untuk Indonesia: Menko Ekonomi Ungkap Ada Perusahaan RI yang Investasi di AS

Dia menambahkan, kolaborasi ini tidak hanya memperkuat ketahanan industri nasional, tetapi juga membuka peluang bagi kedua negara untuk bersaing di pasar global.

Selain petrokimia, Agus menyoroti peluang kerja sama dalam pengolahan sumber daya mineral. Arab Saudi dinilai memiliki kapasitas finansial dan teknologi yang dapat mendukung Indonesia dalam meningkatkan nilai tambah mineral melalui hilirisasi.

"Arab Saudi mempunyai kekuatan untuk bekerja sama dengan kita. Tapi juga Arab Saudi bisa bekerja sama dengan kita bagaimana untuk bisa menjadi pemain dunia dalam konteks pengembangan mineral, digerisasi dari mineral," pungkasnya.***

Editor: Syamsu Rizal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X