Donald Trump Tawarkan Pensiun Dini bagi PNS AS dengan Pesangon 8 Kali Gaji, Ini Alasannya

Syamsu Rizal, Redaksi88
- Kamis, 30 Januari 2025 | 19:39 WIB
Presiden AS Donald Trump menawarkan PNS AS untuk pensiun dini.  (instagram.com/realdonaldtrump)
Presiden AS Donald Trump menawarkan PNS AS untuk pensiun dini. (instagram.com/realdonaldtrump)

Meskipun sektor militer dan beberapa lembaga akan menambah staf, banyak lembaga lainnya diperkirakan akan mengalami restrukturisasi besar.

"Kami tidak dapat menjamin keberlanjutan posisi atau lembaga tempat Anda bekerja, tetapi jika posisi Anda dihapus, Anda akan diperlakukan dengan bermartabat," demikian isi email tersebut.

Program pensiun dini ini diharapkan dapat menghemat anggaran pemerintah secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.

Pejabat senior pemerintahan memperkirakan bahwa jika 5 hingga 10 persen PNS memilih mengundurkan diri, maka AS dapat menghemat sekitar USD 100 miliar atau sekitar Rp1.621 triliun.

Baca Juga: Kebakaran Hutan Melanda Melbourne Barat akibat Gelombang Panas, Pemerintah Langsung Keluarkan Perintah Evakuasi

Kebijakan ini pertama kali muncul dalam sebuah memo internal yang dikirim oleh pemerintahan Trump kepada para pegawai federal.

Bagi pegawai yang bersedia mundur, instruksinya adalah membalas email dengan kata "resign," sebagai bentuk konfirmasi resmi pengunduran diri.

"Tenaga kerja federal (PNS) harus menjadi yang terbaik yang bisa ditawarkan Amerika. Kami akan menuntut keunggulan di setiap level," demikian kutipan dari memo tersebut.

Sebagaimana dilaporkan oleh Channel News Asia pada Rabu, 29 Januari, program pensiun dini ini akan dimulai pada Selasa, 3 Februari, dan berakhir pada 6 Februari 2025.

Baca Juga: 4 Fakta Penembakan Polisi Malaysia kepada 5 WNI di Selangor, Salah Satunya Ada Perbedaan Kronologi yang Diungkap

Selain untuk efisiensi anggaran, kebijakan ini juga diyakini bertujuan mendorong pegawai federal kembali bekerja dari kantor setelah bertahun-tahun menjalani sistem kerja jarak jauh.

Sejak pandemi COVID-19, banyak pegawai federal menikmati kebijakan bekerja dari rumah, yang menurut Trump perlu diubah untuk meningkatkan efektivitas birokrasi.

Dengan kebijakan baru ini, Trump ingin memastikan bahwa tenaga kerja pemerintah kembali ke kantor, sesuai dengan arah kebijakan administrasi saat ini.***

Halaman:

Editor: Syamsu Rizal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X