Mahfud juga mengutip data dari riset thepeoplesmap.net yang menyebutkan adanya perjanjian untuk mempekerjakan 24 ribu pekerja lokal dari total 39 ribu tenaga kerja yang dibutuhkan.
“Tapi dalam praktiknya, mayoritas manajemen top level adalah ekspatriat China. Sedangkan yang dari Indonesia sebagian besar hanya buruh-buruh kecilnya,” papar Mahfud.
Baca Juga: Monster Performa POCO X7 Series Siap Mengguncang Pasar! Bawa Chipset Gahar, Baterai Jumbo, dan IP68
Klaim China Proyek KCIC Bantu Pertumbuhan Ekonomi
Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menyatakan bahwa dengan adanya Whoosh, lapangan kerja makin terbuka hingga pertumbuhan ekonomi pun dapat dirasakan oleh Indonesia.
“Kereta api ini telah melayani lebih dari 11,71 juta penumpang, dengan arus penumpang yang terus meningkat,” ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun kepada awak media pada 20 Oktober 2025 lalu.
“Manfaat ekonomi serta sosialnya terus dirasakan, menciptakan lapangan kerja yang luas bagi masyarakat setempat, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di sepanjang jalur kereta api,” imbuhnya.
China Siap Melanjutkan Kerja Sama
Guo juga menyebut bahwa Indonesia dan China sama-sama memikirkan keberlangsungan juga pengembangan proyek Whoosh.
“Otoritas dan perusahaan yang berwenang dari kedua belah pihak telah menjalin koordinasi yang erat untuk memberikan dukungan yang kuat bagi pengoperasian kereta api yang aman dan stabil,” imbuhnya.
Baca Juga: Mau Ponsel Cepat Isi Daya dan Kamera Tajam 200 MP? Ini Spesifikasi Duo Redmi Note 14 Pro 5G
“China siap bekerja sama dengan Indonesia untuk terus memfasilitasi pengoperasian kereta api cepat Jakarta-Bandung yang berkualitas tinggi,” tambahnya.
Menurut Guo, dengan adanya kerja sama dalam proyek tersebut bisa membuat Whoosh makin berperan dalam mendorong pembangunan ekonomi dan sosial Indonesia serta meningkatkan konektivitas di kawasan yang dilewatinya.
Sementara mengenai pembayaran utang, dikabarkan akan dilakukan restrukturisasi dan tenor pembayaran hingga 40 tahun.
Selain itu, Danantara juga mengungkapkan akan ke China untuk melakukan negosiasi dan targetnya ada kesepakatan terbentuk di tahun ini.***
Artikel Terkait
Soal Polemik Utang Kereta Cepat Jakarta–Bandung, China Sebut Proyek Beri Dampak Positif Ekonomi Indonesia
Danantara Siap Gandeng Pemerintah dalam Negosiasi dengan China, Menkeu Purbaya Beri Tanggapan Tegas Begini
Usai Kritikan Malas Bangun Kilang Minyak di DPR, Menkeu Purbaya Sebut Hulu Pertamina Masih Lemah saat Bertemu Dirut Pertamina
Menkeu Purbaya Tegaskan Dana Rp20 Triliun untuk BPJS Kesehatan Bukan untuk Tutup Tunggakan Peserta
Mahfud MD Sebut Penyelesaian Utang Whoosh Tak Cukup Politik, Perlu Jalur Hukum