REDAKSI88.com – Ekonom senior, Fuad Bawazier, menegaskan bahwa upaya pemerintah dalam merespons tuntutan rakyat tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan membutuhkan waktu.
Menurut Fuad, tuntutan masyarakat ibarat sebuah peringatan atau “sengatan” bagi pemerintah dan para penguasa agar selalu mawas diri ketika terjadi kekeliruan.
“Tapi ingat, bahwa waktu untuk menyelesaikan masalah-masalah itu memerlukan waktu. Ada yang bisa segera diselesaikan, tetapi pada umumnya membutuhkan waktu,” ujar Fuad Bawazier dalam acara Catatan Demokrasi, Rabu, 10 September 2025.
Ia menjelaskan bahwa permasalahan yang dihadapi saat ini semakin kompleks sehingga penyelesaiannya harus dilakukan dari akar persoalan, yang tentunya memerlukan waktu.
“Ini baru bicara soal DPR, lalu bagaimana dengan DPRD di seluruh Indonesia? DPRD kan juga bermasalah, sama saja di seluruh Indonesia. Nah, masalah seperti itu memang harus dilihat dari akarnya,” tambahnya.
Meski begitu, Fuad tetap optimistis bahwa perubahan harus dilakukan secara bertahap, dimulai dari hal-hal yang mendasar.
Baca Juga: RUU Perampasan Aset Dibahas, DPR sebut Publik Diminta Kawal Isi Bukan Sekadar Tahu Judul
“Misalnya, peraturan diubah dulu, PP-nya direvisi. Itu selalu memerlukan waktu. Anggarannya juga harus disiapkan, jadi memang ada proses yang harus dijalani,” jelas mantan Menteri Keuangan era Presiden Soeharto itu.
Fuad menekankan bahwa “waktu” adalah tahapan penting yang tidak bisa dihindari dalam menyikapi tuntutan rakyat terhadap pemerintah.
Mengenai kapan aspirasi masyarakat tersebut akan dipenuhi, Fuad menilai jangka waktunya relatif, tetapi yang terpenting adalah adanya komitmen yang jelas.
Baca Juga: Awal Mula Kerusuhan Kathmandu, Nepal: Skandal Korupsi, Revolusi Gen Z hingga Larangan Medsos
“Kalau perlu, dibuat matrix schedule untuk menunjukkan kapan pelaksanaan dilakukan. Namun, dalam politik tidak pernah bisa dipastikan sepenuhnya. Apalagi jika ada partai yang belum sepakat, sedangkan partai politik jumlahnya banyak,” tandasnya.***