Menko Airlangga Respons Pelemahan IHSG: Pasar Masih Fluktuatif tapi Mulai Membaik

Syamsu Rizal, Redaksi88
- Selasa, 8 April 2025 | 22:00 WIB
Menko Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto pada acara Sarasehan Ekonomi bersama Presiden Republik Indonesia di Jakarta, Selasa, 8 April 2025. (YouTube.com / Sekretariat Kabinet)
Menko Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto pada acara Sarasehan Ekonomi bersama Presiden Republik Indonesia di Jakarta, Selasa, 8 April 2025. (YouTube.com / Sekretariat Kabinet)

REDAKSI88.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan kondisi pasar keuangan global tengah mengalami ketidakstabilan, termasuk yang berdampak pada Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pada perdagangan Selasa (8/4/2025) pukul 09.00 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat turun tajam sebesar 596,33 poin (9,16%) ke level 5.914,28. 

Sementara itu, Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan juga terkoreksi 92,61 poin (11,25%) ke posisi 651,90.

Baca Juga: Banyak Pejabat Kerja Bakti Tanpa Mobil Dinas, Prabowo Buka Suara Usai Pangkas Anggaran Rp306 T

Menanggapi pelemahan ini, Airlangga justru melihat adanya tanda-tanda perbaikan. 

"Dunia sedang tidak baik-baik saja, kita lihat indikator pasar keuangan masih berfluktuasi," ujarnya dalam Sarasehan Ekonomi di Jakarta pada Selasa, 8 April 2025.

"IHSG masih negatif, tadi pagi negatif namun sudah berada pada trend positif, sudah naik," tambahnya.

Selain membahas IHSG, Airlangga juga menyoroti stabilitas beberapa indikator ekonomi lainnya. 

Baca Juga: Sorotan Khusus Presiden Prabowo Soal Gejolak Ekonomi RI: Komunikasi Kurang, Saya Bertanggung Jawab

Menurutnya, nilai tukar rupiah masih relatif terjaga, begitu pula dengan cadangan devisa dan kinerja obligasi pemerintah.

Faktor eksternal menjadi penyebab utama gejolak ini. Airlangga menunjuk kebijakan tarif impor yang diterapkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai pemicu ketidakpastian global. 

"Nah ini akibat kebijakan (Trump) tersebut, probability risk resesi juga meningkat. Namun Indonesia masih relatif rendah di 5 persen," tegasnya.***

 

Editor: Syamsu Rizal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X