REDAKSI88.com — Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menegaskan dukungan penuh negaranya bagi Indonesia dalam upaya bergabung dengan Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) serta Kemitraan Ekonomi Komprehensif Trans-Pasifik (CPTPP).
Pernyataan ini disampaikannya dalam konferensi pers bersama Presiden Indonesia Prabowo Subianto di Istana Merdeka pada Kamis (15/5).
“Saya meyakinkan Anda, Pak Presiden, bahwa Australia mendukung penuh keanggotaan Indonesia di OECD, begitu juga dalam aksesi menuju CPTPP,” ujar Albanese.
Dukungan ini mencerminkan komitmen Australia terhadap peran aktif Indonesia dalam tata kelola dan arsitektur ekonomi global.
Albanese menilai keikutsertaan Indonesia di kedua forum tersebut akan memberikan manfaat besar, tidak hanya bagi kawasan tetapi juga bagi stabilitas dan pertumbuhan ekonomi dunia.
OECD adalah organisasi internasional yang mendorong kerja sama ekonomi antara negara-negara maju, sementara CPTPP merupakan salah satu perjanjian perdagangan bebas terbesar yang mencakup negara-negara Asia-Pasifik.
Albanese juga menyoroti peran krusial Indonesia dalam kemakmuran dan keamanan kawasan Indo-Pasifik.
Ia menyebut Indonesia sebagai aktor tak tergantikan dalam strategi ekonomi Asia Tenggara menuju 2040.
“Kawasan ini adalah kawasan dengan pertumbuhan tercepat dalam sejarah manusia, dan Indonesia ada di pusatnya,” tuturnya.
Prabowo Subianto menyambut positif dukungan tersebut dan mengapresiasi hubungan erat serta saling menghormati antara kedua negara.
“Kami sangat menghargai dukungan Australia dalam proses keanggotaan Indonesia di OECD. Ini penting bagi visi kami membangun Indonesia yang maju, terbuka, dan aktif dalam sistem ekonomi global,” kata Prabowo.
Artikel Terkait
Dizalimi! Atalarik Syah Melawan: 'Rumahku Dibongkar, Padahal Saya Hanya Artis'
DPR Minta Penjelasan Tegas Soal Keterlibatan TNI dalam Pengamanan Kejaksaan
IFG Gelar Progress X, Dorong Peningkatan Peran Perempuan di Dunia Kerja Melalui Kebijakan Inklusif
Abraham Samad Dikejutkan Panggilan Polisi Terkait Kasus Ijazah Jokowi: "Saya Tidak Ada Hubungannya”
Pernyataan Tegas Kejagung: TNI Jaga Kejaksaan Bukan Berarti Intervensi Proses Hukum
DPR Geram! Minta Polri dan Kominfo Bubarkan Grup Facebook 'Fantasi Sedarah'