Begini Langkah Pemerintah Atasi Masalah Beda Syarikah yang Pisahkan Jemaah Calon Haji dari Rombongan

Syamsu Rizal, Redaksi88
- Sabtu, 17 Mei 2025 | 21:00 WIB
Ilustrasi foto jemaah di Masjidil Haram.  (Pixabay/dinar_aulia)
Ilustrasi foto jemaah di Masjidil Haram. (Pixabay/dinar_aulia)

REDAKSI88.com – Pemerintah melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) menyiapkan akomodasi khusus bagi jemaah asal Indonesia yang terpisah dari rombongan akibat perbedaan Syarikah atau masalah administrasi.

Mereka menunggu di hotel hingga jadwal pemberangkatan dari Madinah ke Makkah.

Persoalan jemaah haji yang terpisah dari kelompoknya kerap terjadi karena beberapa faktor, seperti perbedaan Syarikah (perusahaan penyedia layanan haji) atau dokumen paspor yang belum ditemukan.

PPIH menjelaskan bahwa paspor jemaah biasanya disimpan oleh Syarikah selama masa ibadah. 

Baca Juga: DPR Klaim Sistem 8 Syarikah untuk Jemaah Haji Indonesia Picu Kekacauan, Desak Evaluasi Mendesak oleh Menag

Syarikah sendiri merupakan perusahaan yang ditunjuk Pemerintah Arab Saudi untuk menyediakan layanan pendukung haji, meliputi logistik, kesehatan, akomodasi, dan kebutuhan lainnya.

Tahun ini, polemik muncul karena Indonesia menggunakan 8 Syarikah, berbeda dari tahun sebelumnya yang hanya satu. 

Dengan banyaknya penyedia layanan, risiko jemaah terpisah dari rombongan meningkat. Sebab, satu daerah asal jemaah bisa dilayani oleh lebih dari satu Syarikah, berpotensi menimbulkan miskomunikasi.

Baca Juga: 100 Slop Rokok Jemaah Haji Indonesia Disita Bea Cukai Arab Saudi, Berpotensi Ada Denda yang Harus Dibayar

"Untuk yang beda Syarikah, secara bertahap sudah kita berangkatkan sesuai dengan Syarikahnya menuju Makkah," jelas Kepala Daker Madinah, M. Lutfi Makki, dikutip dari laman resmi Kemenag pada Sabtu, 17 Mei 2025.

"Untuk jemaah yang belum ketemu paspornya, kita akan ajukan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) ke Konjen RI di Jeddah agar jemaah yang bersangkutan juga bisa segera diberangkatkan ke Makkah," tambahnya.

Makki juga menanggapi insiden koper jemaah kloter 10 Embarkasi Surabaya (SUB10) yang sempat diturunkan dari bus pada 13 Mei 2025.

Baca Juga: Rombongan Pertama Jemaah Haji Khusus Asal Indonesia Tiba di Arab Saudi, Apa Itu Haji Khusus?

"Itu terjadi karena adanya miskomunikasi dengan pihak Syarikah dan sudah diselesaikan. Rombongan diberangkatkan ke Makkah pada hari itu juga," ujarnya.

Halaman:

Editor: Syamsu Rizal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X