REDAKSI88.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan kebijakan tarif resiprokal yang diterapkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap Indonesia dan puluhan negara lainnya sebagai langkah yang tidak rasional secara ekonomi.
Dalam Sarasehan Ekonomi di Jakarta, Selasa (8/4/2025), Sri Mulyani menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak memiliki dasar teoritis yang jelas.
"Tarif resiprokal yang disampaikan oleh AS terhadap 60 negara menggambarkan cara perhitungan tarif tersebut yang saya rasa semua ekonom yang sudah belajar ekonomi tidak bisa memahami," tegas Menkeu.
Ia menjelaskan bahwa kebijakan Trump lebih didasarkan pada keinginan menutup defisit perdagangan AS daripada pertimbangan ekonomi yang matang.
"Itu artinya saya tidak ingin tergantung atau beli kepada orang lain lebih banyak dari apa yang saya bisa jual kepada orang lain, tidak ada landasan ilmu ekonominya," jelas Sri Mulyani.
Menkeu juga mengungkapkan bagaimana kebijakan ini telah menciptakan gejolak di pasar global sejak pertama kali diumumkan 1 April 2025, ketika AS menetapkan tarif 10% untuk Kanada dan 25% untuk energi, serta 25% untuk Meksiko dan 10% untuk China.
Baca Juga: Harga Emas Antam Turun Rp4.000 per Gram, Buyback Ikut Anjlok
"Itu telah mengubah seluruh tatanan perkawanan, kemudian muncul executive order yang baru tanggal 4 Maret persis sebulan yang lalu untuk menambah China 20 persen dan Kanada melakukan retaliasi setelahnya," paparnya.
Di tengah ketidakpastian ini, Sri Mulyani menekankan pentingnya kewaspadaan dalam mengelola perekonomian Indonesia.
"Salah satu yang perlu kita perhatikan di dalam kita mengelola ekonomi kita agar tidak terus menerus terkaget-kaget, tetapi pada saat yang sama kita tetap waspada," pungkasnya.***
Artikel Terkait
Harga Emas Anjlok Signifikan, Antam dan Galeri24 Tertekan Kebijakan Trump
Harga Emas Antam Turun Rp4.000 per Gram, Buyback Ikut Anjlok
Presiden Prabowo Paparkan Kondisi Ekonomi Indonesia: Utang Kita Termasuk Terkecil di Dunia, Inflasi Terendah Global
Prabowo-Megawati Akan Bertemu? Dasco Ahmad Buka Suara Soal Agenda Politik Ini
Sorotan Khusus Presiden Prabowo Soal Gejolak Ekonomi RI: Komunikasi Kurang, Saya Bertanggung Jawab
Banyak Pejabat Kerja Bakti Tanpa Mobil Dinas, Prabowo Buka Suara Usai Pangkas Anggaran Rp306 T