Luhut Tanggapi Pelemahan Rupiah ke Rp17.000: Masih Normal dan Investor China Tetap Minat

Syamsu Rizal, Redaksi88
- Selasa, 8 April 2025 | 22:50 WIB
[19.29, 8/4/2025] M Agil Santoso PRMN: Luhut Binsar Pandjaitan sebut Indonesia tak perlu khawatir pada kebijakan Trump.  (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)
[19.29, 8/4/2025] M Agil Santoso PRMN: Luhut Binsar Pandjaitan sebut Indonesia tak perlu khawatir pada kebijakan Trump. (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)

REDAKSI88.com - Melemahnya nilai tukar rupiah hingga menyentuh level Rp17.000 per dolar AS beberapa waktu lalu sempat memicu keresahan di media sosial. 

Situasi ini semakin memanas setelah Amerika Serikat menerapkan kebijakan tarif impor sebesar 32% terhadap Indonesia.

Namun, Menko Marves sekaligus Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan Indonesia tidak perlu panik berlebihan. 

Baca Juga: Sri Mulyani Kritik Kebijakan Trump: Tarif Resiprokal Tak Masuk Akal, Tak Dapat Dipahami Ekonom

Dalam Sarasehan Ekonomi Bersama Presiden pada Selasa (8/4/2025), Luhut menyampaikan analisis mendalam terkait dampak kebijakan AS terhadap perekonomian nasional.

"Kami melakukan simulasi-simulasi yang sangat intensif selama lebaran ini, kami melihat bahwa porsi ekspor Indonesia terhadap PDB relatif rendah sekitar 23,8 persen dan porsi ekspor ke AS juga hanya 10 persen dari total ekspor Indonesia," jelas Luhut seperti dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden.

Mengenai pelemahan rupiah, Luhut memberikan penjelasan menenangkan.

"Rupiah yang diduga lebih dari Rp17.000 sebenarnya ini masih batas-batas normal dan sehingga itu masih menjadi bagian penyerapan tarif yang dibebankan oleh pemerintah Amerika," tuturnya.

Baca Juga: Menko Airlangga Respons Pelemahan IHSG: Pasar Masih Fluktuatif tapi Mulai Membaik

Di tengah tantangan ini, Luhut justru melihat peluang besar. Ia mengungkapkan bahwa investor China tetap melihat Indonesia sebagai tujuan investasi yang menarik. 

"Banyak pemain-pemain Tiongkok yang melihat Indonesia masih menjadi alternatif yang bagus buat mereka untuk melakukan investasi dan ini peluang besar yang bisa kita ambil," tegasnya.***

Editor: Syamsu Rizal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X